Representasi Maskulinitas Pada Novel “Negeri Para Bedebah” Karya Tere Liye
| dc.contributor.author | Muhammad Rayhan Deanisa Susanto | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-30T01:49:59Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-26 | |
| dc.description | Reupload Repository Maya 26 Maret 2026 | |
| dc.description.abstract | Liye melalui pendekatan semiotika Roland Barthes, yang meliputi analisis tanda denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini mengeksplorasi penggambaran maskulinitas pada tokoh, pembentukan konstruksi maskulinitas, serta pemanfaatan hasil analisis sebagai alternatif materi pembelajaran sastra di SMA. Kajian ini relevan karena novel mencerminkan dinamika sosial, budaya, dan gender, khususnya konsep maskulinitas yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Objek penelitian adalah teks novel Negeri Para Bedebah, dengan sumber data berupa kutipan novel. Data yang dianalisis mencakup tanda-tanda denotasi, konotasi, dan mitos, yang diperoleh melalui teknik observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tanda Denotasi, Konotasi, dan Mitos: Denotasi terlihat pada narasi langsung, seperti penggambaran Thomas sebagai konsultan keuangan profesional. Konotasi muncul melalui simbolisme, seperti frasa “serigala berbalut jas” yang mengkritik keserakahan kapitalisme. Mitos mencerminkan ideologi masyarakat urban Jakarta, seperti ekspektasi pria sebagai pelindung dan dominasi dalam dunia bisnis. (2) Penggambaran Maskulinitas: Thomas mewakili maskulinitas hegemonik yang berpadu dengan sifat humanis, Opa mencerminkan maskulinitas tradisional yang bijaksana, Ram dan Wusdi menunjukkan maskulinitas hegemonik toksik, dan Tunga menggambarkan ambisi kekuasaan. (3) Pembentukan Maskulinitas: Maskulinitas Thomas dipengaruhi oleh trauma keluarga, lingkungan ekonomi-politik, dan nilai budaya TionghoaIndonesia dari Opa yang menekankan integritas. (4) Pemanfaatan untuk Pembelajaran: Analisis novel ini dapat digunakan sebagai materi pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA (Fase F, kelas XII, Kurikulum Merdeka) untuk meningkatkan keterampilan membaca, menulis, dan berpikir kritis siswa dalam memahami tanda, mitos, dan isu gender. Kesimpulan dan Saran: Novel Negeri Para Bedebah menyajikan representasi maskulinitas yang kompleks, dari hegemonik hingga humanis, dipengaruhi oleh trauma, struktur sosial-ekonomi, dan budaya tradisional. Hasil analisis ini dapat menjadi alternatif materi pembelajaran sastra di SMA untuk meningkatkan literasi budaya dan keterampilan berbahasa. Saran penelitian: (1) Peneliti selanjutnya dapat mengkaji aspek lain, seperti femininitas atau konflik sosial dalam novel ini; (2) Masyarakat diharapkan mengapresiasi karya sastra sebagai cerminan isu sosial; (3) Pendidik dapat memanfaatkan analisis ini untuk memperkaya pembelajaran sastra dan meningkatkan kesadaran kritis siswa terhadap isu gender. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Dr. Akhmad Taufiq, S.S., M. Pd. DPA : Fitri Nura Murti, S.Pd., M.Pd. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5839 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Maskulinitas | |
| dc.subject | Novel “Negeri Para Bedebah” Karya Tere Liye | |
| dc.title | Representasi Maskulinitas Pada Novel “Negeri Para Bedebah” Karya Tere Liye | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- MUHAMMAD RAYHAN DEANISA SUSANTO - 180210402045.pdf
- Size:
- 588.58 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
