Aplikasi Dosis Rhizobium dan Konsentrasi Sitokinin terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Kualitas Tanaman Kedelai Edamame (Glycine max L.)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Edamame (Glycine max L.) adalah komoditas potensial dengan produktivitas 3,5–8 ton/ha dan permintaan ekspor tinggi, terutama ke Jepang dan Amerika. Kabupaten Jember, melalui PT Mitratani Dua Tujuh, menjadi produsen dan eksportir utama di Indonesia. Kendala utama budidaya meliputi rendahnya kandungan nitrogen tanah dan kurangnya pengetahuan petani. Aplikasi Rhizobium spp. untuk fiksasi nitrogen dan sitokinin (BAP) untuk merangsang pertumbuhan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas edamame melalui optimalisasi penyerapan nitrogen dan peningkatan kualitas polong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis Rhizobium dan konsentrasi sitokinin terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas tanaman kedelai edamame. Penelitian dilaksanakan pada Bulan September 2024 sampai Desember 2024 di Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan RAK Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu dosis Rhizobium yang terdiri dari 4 taraf yaitu P0 (kontrol), P1 (5 gr/lubang tanam), P2 (10 gr/lubang tanam), dan P3 (15 gr/lubang tanam) serta faktor konsentrasi sitokinin yang terdiri dari S0 (kontrol), S1 (10 ppm), S2 (20 ppm), dan S3 (30 ppm). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data dianalisis menggunakan Analisa Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila terdapat pengaruh berbeda nyata atau berbeda sangat nyata akan diuji lanjut pada taraf 5% menggunakan DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada parameter pertumbuhan dan hasil seperti jumlah polong isi, jumlah polong hampa, berat polong segar, dan berat biji segar, sedangkan parameter potensi hasil menggunakan Polinomial Orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara dosis Rhizobium dan konsentrasi sitokinin memberikan pangaruh berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap jumlah cabang, jumlah bunga, berat biji basah, berat polong basah, potensi hasil, panjang akar, jumlah bintil akar, dan persentase bintil akar efektif. Dosis Rhizobium 15 gr/lubang tanam dan konsentrasi sitokinin 30 ppm menunjukkan hasil terbaik. Perlakuan dosis Rhizobium memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap jumlah polong isi, dan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah polong hampa, berat biji basah, berat polong basah, potensi hasil, panjang akar, jumlah bintil akar, persentase bintil akar efektif, dan protein terlarut, dengan perlakuan terbaik yang direkomendasikan adalah dosis Rhizobium 15 gr/lubang tanam. Perlakuan konsentrasi sitokinin memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap jumlah polong isi, dan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bunga, berat biji basah, berat polong basah, potensi hasil, panjang akar, jumlah bintil akar, persentase bintil akar efektif, dan total klorofil, dengan perlakuan terbaik yang direkomendasikan adalah konsentrasi sitokinin 30 ppm. Berdasarkan uji Polinomial Orthogonal, interaksi antara dosis Rhizobium dan konsentrasi sitokinin secara linier memberikan peningkatan signifikan terhadap potensi hasil dengan nilai R Square 94,3% yang memiliki makna bahwa potensi hasil sangat dipengaruhi oleh interaksi antara dosis Rhizobium dan konsentrasi sitokinin. Berdasarkan hasil uji korelasi, dapat disimpulkan bahwa parameter jumlah bunga, jumlah polong isi, berat polong segar, berat biji segar, dan potensi hasil memiliki hubungan yang erat satu sama lain dalam menentukan produktivitas tanaman.

Description

Reupload file repositori 10 februari 2026_PKL Fani/Firli

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By