Pengembangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Spinner Pada Materi Uang Sebagai Alat Pembayaran di Kelas X SMAN 5 Jember

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Instrumen evaluasi pembelajaraan menjadi salah satu hal yang penting dalam pembelajaran. Instrumen evaluasi pembelajaran yang terintegrasi teknologi dapat mempermudah guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran dan membuat siswa tertarik. Berdasarkan keterangan dari guru mata pelajaran Ekonomi SMAN 5 Jember, penerapan instrumen evaluasi pembelajaran hanya sebatas menggunakan media tulis (paper and pencil test) sehingga membuat suasana evaluasi pembelajaran menjadi membosankan dan tegang. Guru juga mengalami kendala dimana pengoreksian jawaban dan penilaian yang lama karena harus dikoreksi satu per satu sehingga kurang efisien. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan instrumen evaluasi pembelajaraan Spinner untuk mengatasi permasalahan dalam kegiatan evaluasi pembelajaran pada materi Uang sebagai Alat Pembayaran. Model pengembangan pada penelitian ini menggunakan model Four-D dengan 4 tahap yaitu define, design, develope, dan disseminate. Namun, penelitian ini dibatasi pada tahap develope pengembangan (Develope) karena hanya ditujukan untuk siswa kelas X SMA Negeri 5 Jember dan guna menguji instrumen evaluasi yang dikembangkan dari segi kelayakan dan kemenarikan. Uji validasi kelayakan instrumen evaluasi pembelajaran Spinner ditinjau dari aspek materi, desain, dan bahasa. Uji kemenarikan ditinjau dari respons siswa melalui angket respons siswa. Instrumen evaluasi pembelajaran Spinner dinyatakan sangat layak dari segi materi dengan rata-rata persentase 91,65%. Kelayakan materi mendapatkan skor tertinggi pada indikator nomor 1 yaitu kejelasan petunjuk penggunaan aplikasi dengan skor 5 dari kedua validator. Menurut validator, aplikasi instrumen evaluasi pembelajaran Spinner dapat dioperasikan dengan mudah dan tidak ada kesulitan. Skor terendah diberikan oleh validator pada indikator 4 yaitu latihan soal sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik. Hal ini dikarenakan terdapat soal yang bersifat negatif ganda. Instrumen evaluasi pembelajaran dinyatakan sangat layak dari segi desain dengan rata-rata persentase 92,5%. Pada segi desain, skor tertinggi pada indikator nomor 12 yaitu memiliki manfaat dalam mempermudah proses evaluasi pembelajaran dikarenakan aplikasi instrumen evaluasi terdapat fitur materi pengantar, video pembelajaran, permainan spinner, dan quiz. Fitur tersebut dirancang agar siswa tidak merasa bosan dan membuat suasana kelas lebih dinamis. Skor terendah pada indikator nomor 2 yaitu kejelasan mengenai panduan penggunaan aplikasi. Hal ini dikarenakan terdapat fungsi tombol yang tidak ditulis pada menu petunjuk penggunaan instrumen evaluasi. Kelayakan bahasa memperoleh rata-rata persentase 90,00% dengan kategori sangat layak dimana skor tertinggi yaitu pada indikator 4 pesan atau informasi yang digunakan mudah dipahami, indikator nomor 5 yaitu dapat memotivasi peserta didik, dan indikator nomor 7 yaitu kesesuaian kalimat dengan tingkat perkembangan peserta didik. Hal ini dikarenakan bahasa yang digunakan adalah bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Skor terendah pada indikator nomor 1, 2, 9, 10 terkait penggunaan ejaan yang baik dan benar. Hal ini dikarenakan terdapat pemilihan diksi dan ejaan kalimat yang kurang tepat pada validasi tahap 1 sehingga mendapat skor rendah. Setelah dilakukan revisi terjadi peningkatan skor namun secara total keseluruhan masih berada pada skor terendah dibanding indikator segi desain lainnya. Tingkat kemenarikan instrumen evaluasi pembelajaran yang ditinjau dari respons siswa memperoleh rata-rata persentase sebesar 90,66% dimana skor tertinggi pada indikator nomor 2 yaitu kemudahan pengoperasian aplikasi dan indikator nomor 6 yaitu penyajian tampilan yang menarik. Berdasarkan hasil uji coba, siswa merasa senang dengan adanya instrumen evaluasi pembelajaran Spinner dikarenakan tampilan yang menarik dan memudahkan siswa dalam kegiatan evaluasi. Skor terendah pada indikator nomor 1 yaitu kemudahan dalam mengakses aplikasi. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa siswa yang kesulitan untuk mengunduh yang disebabkan ukuran terlalu besar.

Description

Reupload Repositori File 04 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By