Optimasi Carbopol dan Xanthan Gum dalam Sediaan Gel Mask Ekstrak Gliserin-Air Bunga Telang Sebagai Antioksidan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Kulit merupakan organ terluar dan terbesar yang membungkus serta melindungi tubuh dan bersifat elastis (Rahmawanty dan Sari, 2019). Sebagai lapisan terluar, kulit secara terus menerus akan terpapar oleh kondisi oksidasif baik secara eksogen maupun endogen. Reaksi oksidatif ini mengakibatkan terbentuknya radikal bebas yang tidak stabil, sangat reaktif, dan dapat menyebabkan kerusakan pada sel seperti, hiperpigmentasi, penuaan dini, inflamasi pada kulit, bahkan kanker kulit (Irianti dan Nuranto, 2021). Antioksidan adalah senyawa yang dapat meredam atau menghambat aktivitas dari radikal bebas dengan cara mendonorkan satu elektronnya kepada senyawa radikal (Pelima, 2022). Pembentukan radikal bebas secara terus menerus dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara jumlah radikal bebas dan antioksidan endogen, sehingga perlu adanya antioksidan tambahan dari luar guna menghambat aktivitas dari radikal bebas yang berlebih.
Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah bunga telang (Clitoria ternatea L.), yang dikenal kaya akan antosianin, flavonoid, dan fenol (Putri dkk., 2023). Dalam menarik senyawa antosianin pada bunga telang dibutuhkan proses ekstraksi dengan pelarut yang sesuai. Menurut Huaman dkk, (2020), pelarut gliserin-air lebih banyak menarik senyawa antosianin karena ikatan hidrogen yang terbentuk antara antosianin dan gliserin-air lebih kuat dan stabil. Peran air dalam gliserin juga menurunkan viskositas dari gliserin untuk mempercepat difusi antosianin dari dalam sel ke luar sel.
Pemberian antioksidan pada kulit dapat melalui sediaan topikal, dimana salah satu bentuk sediaanya yaitu gel mask. Gel mask dipilih karena proses pembuatannya tanpa melibatkan suhu panas (>60 ̊ C), mudah dikontrol pHnya yang penting untuk menjaga kestabilan bahan aktif antosianin, serta sifatnya yang mudah diaplikasikan, dan memberikan sensasi dingin sehingga nyaman penggunaanya (Sopianti dkk., 2022). Optimasi formula sediaan gel mask diperlukan untuk memperoleh sediaan yang aman, nyaman, efektif dan mudah diaplikasikan. Pada formulasi gel mask salah satu bahan yang menjadi titik kritis adalah gelling agent. Pada penelitian ini, faktor yang akan dioptimasi yaitu Carbopol dan Xanthan gum. Carbopol dipilih karena dapat membentuk gel transparan, serta menghasilkan viskositas tinggi pada konsentrasi rendah, tetapi sensitif terhadap perubahan pH dan memberikan sensasi lengket pada konsentrasi tinggi (Nailufa, 2020). Xanthan gum dapat membentuk gel koloid dengan tekstur lembut dan halus, dan stabil dalam rentang pH yang luas (Sheskey dkk., 2017). Kombinasi keduanya dapat mempengaruhi viskositas, daya sebar, dan pH sediaan, sehingga perlu adanya optimasi.
Metode Simplex Lattice Design (SLD) dengan software Design Expert 13 digunakan untuk mendapatkan formula optimum sediaan gel mask. Metode ini dipilih karena sederhana, lebih efisien, dan dapat mengetahui pengaruh interaksi antar dua faktor yaitu Carbopol dan Xanthan gum (Sopyan dkk., 2021). Rancangan formula yang disarankan software dibuat menjadi sediaan dan dievaluasi terkait organoleptis, homogenitas, viskositas, daya sebar, dan pH. Respon yang dipilih untuk menentukan formula optimum yaitu viskositas, daya sebar, dan pH.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan peningkatan komposisi Carbopol dan Xanthan gum memengaruhi viskositas, daya sebar, dan pH sediaan, Peningkatan Basis Carbopol dapat meningkatkan nilai viskositas,daya sebar dan pH. Peningkatan Xanthan gum dapat meningkatkan nilai viskositas, daya sebar, dan pH. Kombinasi Basis Carbopol dan Xanthan gum meningkatkan nilai viskositas, tetapi menurunkan nilai daya sebar dan pH. Komposisi formula optimum gel mask ekstrak gliserin-air bunga telang yang didapatkan dari software Design Expert 13 yaitu Basis Carbopol 0,709% dan Xanthan gum 2,291%. Dengan prediksi kriteria respon untuk nilai viskositas sebesar 154,73 dPa.s, nilai daya sebar sebesar 6,27 cm, dan nilai pH sebesar 4,97. Hasil uji aktivitas antioksidan formula optimum gel mask ekstrak gliserin-air bunga telang dengan metode DPPH tergolong sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 44,06 ppm ± 0,283
Description
Reupload file repository 11 Februari 2026_Ratna
