Pengembangan Modul Ajar Berbasis Etnomatematika untuk Meningkatkan Kemampuan Bernalar Kritis Siswa Kelas VIII SMP Materi Bangun Datar

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Pemahaman terhadap konsep menjadi sangat penting, karena apabila peserta didik memahami suatu konsep maka peserta didik dipastikan akan mudah dalam memahami konsep selanjutnya (Wahyu, 2016). Pendekatan yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep salah satunya yaitu dengan pendekatan budaya atau disebut etnomatematika. Pada tahun 2021 Indonesia dikenalkan dengan kurikulum baru yaitu kurikulum merdeka. Dalam kurikulum merdeka, siswa tidak hanya dibentuk menjadi cerdas. Namun, juga berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila atau yang disebut sebagai wujud Profil Pelajar Pancasila. Salah satu elemen dalam Profil Pelajar Pancasila adalah keterampilan bernalar kritis. Pelajar yang bernalar kritis mampu memproses informasi secara objektif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya (Kemendikbud, 2021). Selain itu pada perubahan kurikulum, melahirkan suatu modul ajar. Modul ajar dalam kurikulum merdeka ini merupakan perangkat pembelajaran yang disusun oleh pendidik memuat rencana pelaksanaan pembelajaran, untuk membantu mengarahkan proses pembelajaran pada Capaian Pembelajaran (CP). Maka dibutuhkan terobosan baru untuk memahami konsep yaitu dengan menerapkan etnomatematika kedalam media pembelajaran matematika. Pembelajaran dengan mengaitkan etnomatematika kedalam media pembelajaran matematika dapat memberikan nuansa baru dalam proses pembelajaran yaitu siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas saja akan tetapi dikaitkan dunia luar dengan mengamati budaya setempat. Penelitian ini memiliki tujuan: 1) mendeskripsikan proses pengembangan modul ajar berbasis etnomatematika untuk meningkatkan kemampuan bernalar kritis siswakelas VIII SMP materi bangun datar yang valid, praktis dan efektif; 2) mendeskripsikan hasil pengembangan modul ajar berbasis etnomatematika untuk meningkatkan kemampuan bernalar kritis siswa kelas VIII SMP materi bangun datar; 3) mengetahui pengaruh penggunaan modul ajar berbasis etnomatematika terhadap kemampuan bernalar kritis siswa kelas VIII SMP materi bangun datar. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plom yang dimodifikasi. Hasil pengembangan ini yaitu (a) fase investigasi awal (preliminary investigation) mengumpulkan informasi dan menganalisis permasalahan terkait modul ajar, kemampuan bernalar kritis siswa, materi bangun datar kelas VII dan Etnomatematika serta mengumpulkan informasi tentang sekolah yang dijadikan tempat penelitian dan menganalisis beberapa permasalahan dengan membaca beberapa referensi; (b) fase desain (desaign) membuat rencana penyelesaian berdasarkan analisis masalah yang ada pada tahap investigasi awal modul ajar berbasis etnomatematika materi bangun datar kelas VII; (c) fase realisasi/ kontruksi (realization/ contruction) menghasilkan draft 1 berupa modul ajar berbasis etnomatematika serta instrumen penelitian; (d) fase tes, evaluasi dan revisi (test, evaluation, and revision) dilakukan validasi serta uji coba lapangan untuk mengukur kepraktisan dan keefektifan. Pada tahap implementasi (implementation) dilakukan pada sekolah yang sangat terbatas dalam lingkup tempat pelaksanaan penelitian, yaitu pada saat melakukan uji coba lapangan modul ajar berbasis etnomatematika. Implementasi dalam lingkup yang lebih luas tidak dilakukan dalam penelitian ini, karena keterbatasan kondisi pelaksanaan penelitian. Modul ajar berbasis etnomatematika yang telah dikembangan dan instrumen penelitian lainnya telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Rata-rata nilai validasi modul ajar, tes kemampuan bernalar kritis, observasi pelaksanaan pembelajaran, lembar angket siswa dan pedoman wawancara sebesar 3,84 dari skala 1 sampai 4, nilai tersebut menunjukkan kriteria valid. Hasil observasi pelaksaan pembelajaran modul ajar berbasis etnomatematika terlaksana dengan sangat baik. Rata-rata nilai observasi pelaksanaan pembelajaran sebesar 97% dari skala 0 sampai100, sehingga dapat dikatakan memenuhi kriteria praktis. Kemudian aspek keefektifan ditinjau dari hasil tes kemampuan bernalar kritis dan hasil angket respon siswa. Hasil tes kemampuan bernalar kritis memenuhi ketuntasan klasikal dengan persentase ketuntasan 83,33. Sedangkan hasil angket respon siswa menunjukkan respon positif dengan persentase nilai rata-rata adalah 81,54%. Modul ajar yang telah dinyatakan valid, praktis dan efektif kemudian dilakukan penelitian eksperimen untuk melihat pengaruh modul ajar terhadap kemampuan bernalar kritis. Hasil uji Independent T Test pada kelas kontrol dan kelas eksperimen menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh modul ajar terhadap kemampuan bernalar kritis siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dengan demikian ada pengaruh modul ajar berbasis etnomatematika terhadap kemampuan bernalar kritis siswa.

Description

Reupload file repository 10 februari 2026_Arif/Halima

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By