Toleransi Genotipe Tebu Hasil Mutasi terhadap Cekaman Salinitas 

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan komoditas perkebunan penting sebagai bahan baku industri gula nasional. Upaya peningkatan produksi melalui pemanfaatan lahan marginal menghadapi kendala berupa cekaman salinitas yang dapat menghambat pertumbuhan, mengganggu keseimbangan ion, serta menurunkan produktivitas tanaman. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman salinitas adalah melalui pemuliaan menggunakan teknik mutasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respon fisiologis dan tingkat toleransi genotipe tebu hasil mutasi terhadap cekaman salinitas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor, yaitu genotipe tebu yang terdiri atas M1 (Bululawang), M2, M3, dan M4 serta tingkat salinitas 0, 150, 300, dan 450 mM NaCl. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 48 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi total klorofil, kerapatan stomata, kadar air relatif (Relative Water Content/RWC), kebocoran elektrolit (Electrolyte Leakage/EL), kadar ion Na⁺ dan K⁺, serta indeks toleransi cekaman yang dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang sangat nyata antara genotipe dan tingkat salinitas terhadap parameter total klorofil, kadar air relatif, kebocoran elektrolit, kadar ion Na⁺, dan kadar ion K⁺. Sebaliknya, parameter kerapatan stomata tidak menunjukkan perbedaan yang nyata akibat perlakuan. Genotipe M3 dan M4 mampu mempertahankan kondisi fisiologis lebih baik dibandingkan M1 dan M2, yang ditunjukkan oleh kandungan klorofil dan kadar air relatif yang lebih tinggi, kebocoran elektrolit yang lebih rendah, serta kemampuan mengendalikan akumulasi ion Na⁺ dan mempertahankan kadar ion K⁺ pada kondisi salinitas tinggi. Berdasarkan nilai indeks toleransi cekaman, genotipe M3 dan M4 dikategorikan lebih toleran terhadap cekaman salinitas dibandingkan genotipe Bululawang (M1) dan M2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa genotipe M3 dan M4 berpotensi dikembangkan sebagai sumber genetik dalam program pemuliaan tebu untuk meningkatkan toleransi terhadap cekaman salinitas.

Description

Finalisasi Agustus 2026 Rudi H

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By