Pendugaan Potensi Air Tanah menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner Schlumberger di Desa Plalangan Kecamatan Kalisat Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Kabupaten Jember secara administratif terbagi menjadi 31 kecamatan yang terdiri dari 22 Kelurahan dan 226 Desa yang merupakan salah satu kabupaten yang menerima program Pamsimas III pada tahun 2017 adanya program ini dikarenakan beberapa wilayah di Jember mengalami kesulitan mengakses air bersih. Salah satunya di Desa Plalangan Kecamatan Kalisat yang mengalami krisis air bersih pada saat musim kemarau, dari hasil survei wawancara dengan penduduk sekitar menginformasikan ketika ketersediaan air bersih berkurang atau bahkan habis masyarakat harus membayar dengan mahal untuk mendapatkan pasokan air tersebut dan ada juga yang rela menempuh jalan cukup jauh untuk mencukupi kebutuhan air bersih setiap harinya. Semakin meningkatnya penduduk maka semakin banyak pula kebutuhan air yang dibutuhkan sehingga cadangan air tanah sendiri akan berkurang. Salah satu alternatif dari permasalahan ini adalah memanfaatkan air tanah yang dapat dideteksi dengan metode geofisika. Metode ini memanfaatkan sifat-sifat kelistrikan untuk mengetahui nilai resistivitas batuan penyusun bawah permukaan sehingga sangat cocok untuk eksplorasi bawah permukaan baik untuk mengetahui potensi air tanah ataupun struktur litologi bawah permukaan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis struktur litologi bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas batuan penyusun dan adanya potensi air tanah di daerah penelitian menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi wenner-shclumberger. Jenis penelitian yang digunakan merupakan deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah survei lapangan secara langsung dan tahap pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan warga sekitar, akuisisi data dilakukan secara eksperimen di lapangan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi wenner-schlumberger untuk mendapatkan data primer yang berupa data hasil pengukuran di lapangan serta mengumpulkan studi literatur yang relevan untuk mendapatkan data sekunder. Pengambilan data dilakukan sebanyak 5 lintasan dengan panjang tiap lintasan 60 m, jarak antar lintasan 5 m dan spasi antar elektroda 4 m. Setiap lintasan terdapat 16 titik pengukuran dengan 5 kali pengulangan. Data yang didapatkan kemudian diolah menggunakan software Res2dinv untuk pemodelan 2 dimensi dan software Voxler untuk pemodelan 3 dimensi. Penentuan batuan penyusun bawah permukaan dapat dilakukan dengan mengkorelasikan dengan Tabel 2.1 nilai resistivitas batuan, data geologi dan juga penelitian yang relevan. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, kedalaman lapisan air tanah yang terdeteksi pada lintasan 1 kedalaman 1 m sampai 8 m di titik pengukuran 25 m sampai 35 m dengan nilai resistivitas 4.05 Ωm – 16.3 Ωm. Lintasan 2 pada kedalaman 1 m sampai 13.8 m di titik pengukuran 25 m sampai 54 m dengan nilai resistivitas 9.83 Ωm – 32.6 Ωm. Lintasan 3 pada kedalaman 1 m sampai 7.95 m di titik pengukuran 32 m sampai 55 m dengan nilai resistivitas 8.27 Ωm – 28.2 Ωm. Lintasan 4 pada kedalaman 1 m sampai 3.10 m di titik pengukuran 6 m sampai 9 m dan pada kedalaman 1 m sampai 5 m di titik pengukuran dan 17 m sampai 54 m dengan nilai resistivitas 4.78 Ωm – 16.1 Ωm. Lintasan 5 pada kedalaman 1 m sampai 3 m di titik pengukuran 5 m sampai 16 m dan pada kedalaman 1 m sampai 13.8 m di titik pengukuran dan 33 m sampai 54 m dengan nilai resistivitas 6.05 Ωm – 25.7 Ωm. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa potensi air tanah cukup banyak ditemukan pada lintasan 5 diduga mengandung material air tanah yang dapat dijadikan sebagai solusi alternatif ketersedian sumber air bersih. Hal ini ditinjau dari kepekatan warna biru yang dihasilkan melalui interpretasi data. Selain itu hal ini juga didukung dengan kondisi daerah penelitian, dimana lintasan 5 berada di dekat sumur warga yang kemungkinan terdapat kumpulan akuifer di bawah permukaan tanah. Struktur litologi bawah permukaan tiap lintasan berbeda-beda terdiri atas material air tanah, batu pasir, lempung, tanah lanau pasiran, kerikil, pasir, dan kerikil kering. Daerah penelitian didapatkan klasifikasi tanah jenis typic Eutrudepts yang mengandung jenis batuan sedimen seperti batu pasir dengan tekstur tanah lempung dan lempung pasiran (lanauan) dan mengandung jenis tanah jenis typic Edipsamments dimana tanah ini memiliki tekstur yang bervariasi umumnya mengandung pasir dan kerikil.

Description

Reupload File Repositori 10 Februari 2026_Rudy K/Lia

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By