Pendidikan Kolonial Belanda di Keresidenan Tapanuli Tahun 1901-1942
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini membahas pendidikan kolonial Belanda di Keresidenan Tapanuli
pada tahun 1901–1942 dalam konteks transformasi sosial, budaya, dan ekonomi
masyarakat Batak. Pendidikan kolonial diperkenalkan melalui kebijakan Politik
Etis dan dijalankan oleh pemerintah Hindia Belanda serta lembaga zending
Protestan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah sosial dan sosiologi
pendidikan, dengan metode sejarah yang mencakup tahap heuristik, kritik,
interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan
kolonial tidak hanya menjadi instrumen dominasi kekuasaan kolonial, tetapi juga
menciptakan kelompok elite modern Batak yang berperan dalam birokrasi
kolonial, gereja, dan pendidikan. Pendidikan turut mengubah struktur masyarakat
tradisional, menggeser otoritas adat, serta mempercepat proses modernisasi.
Selain itu, sistem pendidikan kolonial membuka peluang mobilitas sosial dan
ekonomi bagi sebagian kecil masyarakat, namun sekaligus menciptakan
kesenjangan sosial baru. Meskipun bersifat hegemonik, pendidikan kolonial juga
menjadi ruang resistensi kultural dan wadah munculnya kesadaran nasionalisme.
Description
Reupload Repository 3 Februari 2026_Hasim/Firdiana
