Tingkat Keparahan Maloklusi dan Kebutuhan Perawatan Ortodontik Berdasarkan Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN) pada Siswa Usia 9-12 Tahun di SDN 01 Candijati Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran Gigi

Abstract

Maloklusi merupakan suatu keadaan oklusi gigi yang tidak sesuai dari kondisi normal. Masalah maloklusi yang memengaruhi fungsi mulut dan estetika wajah telah menjadi perhatian besar di bidang kesehatan. Maloklusi banyak terjadi pada anak usia 9-12 tahun yang merupakan fase kedua dari periode gigi bercampur. Epidemiologi maloklusi memerlukan suatu penilaian kuantitatif dan objektif yang memberi batas adanya penyimpangan dari oklusi normal dan dapat memisahkan maloklusi menurut tingkat keparahan dan kebutuhan perawatan ortodontik. Tingkat keparahan maloklusi berguna untuk melihat besar perawatan ortodontik yang diperlukan sedangkan kebutuhan perawatan ortodontik ditujukan untuk memperbaiki maloklusi yang dapat memengaruhi kesehatan gigi dan rongga mulut serta penampilan wajah seseorang. Tingkat keparahan maloklusi dan kebutuhan perawatan ortodontik seseorang dapat diukur menggunakan indeks maloklusi, salah satunya dengan Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN). Dental Health Component (DHC) merupakan salah satu komponen dari IOTN yang menilai maloklusi secara berurutan dengan menggunakan akronim dari MOCDO, yaitu berupa awalan huruf dari Missing, Overjet, Crossbite, Displacement of contact point, Overbite including openbite. DHC efektif dalam mengatasi maloklusi dan memiliki potensi yang baik untuk melakukan perawatan ortodontik karena menilai secara objektif dengan melakukan pemeriksaan dan pengukuran keadaan gigi. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Penelitian ini terdiri dari dua aspek yaitu usia dan jenis kelamin. Aspek penelitian berdasarkan usia dibagi dalam empat kelompok sampel yaitu usia 9 tahun, 10 tahun, 11 tahun, dan 12 tahun. Aspek penelitian berdasarkan jenis kelamin dibagi dalam dua kelompok sampel yaitu laki-laki dan perempuan. Masing-masing kelompok sampel dilakukan pengukuran terhadap tingkat keparahan maloklusi dan kebutuhan perawatan ortodontik berdasarakan Dental Health Component (DHC) dari Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN). Kemudian data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat keparahan maloklusi dan kebutuhan perawatan ortodontik berdasarkan Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN) pada siswa usia 9-12 tahun SDN 01 Candijati Jember paling banyak terdapat pada grade 2 yaitu maloklusi ringan dengan sedikit kebutuhan perawatan. Kemudian tingkat keparahan maloklusi dan kebutuhan perawatan ortodontik lebih besar pada perempuan dibanding laki-laki dan paling besar terjadi pada siswa usia 12 tahun. Kelainan maloklusi yang paling banyak terjadi yaitu kelainan overbite.

Description

Reupload File Repositori 13 Februari 2026_Yudi/Rega

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By