Tindak Tutur Ilokusi Satir Politik dalam Acara Meet Nite Live Metro TV Episode Valentinus Resa Memasak: “Jagoan Oposisi “Eh” Jago Nambah Posisi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini mengkaji penggunaan tindak tutur ilokusi dalam membangun
strategi satir politik sebagai bentuk kritik sosial-politik pada acara Meet Nite Live
Metro TV episode Valentinus Resa Memasak: "Jagoan Oposisi “Eh” Jago Nambah
Posisi". Permasalahan yang dikaji berfokus pada penggunaan tindak tutur ilokusi
dalam membangun strategi satir politik sebagai sarana penyampaian kritik terhadap
berbagai fenomena sosial-politik yang disampaikan melalui humor.
Kajian dalam penelitian ini didasarkan pada teori pragmatik, khususnya teori
tindak tutur ilokusi yang dikemukakan oleh Searle, meliputi tindak tutur asertif,
direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Analisis juga didukung oleh konsep satir
politik melalui bentuk ironi, sarkasme, dan hiperbola, serta kajian mengenai humor,
kritik sosial, dan komunikasi massa untuk menjelaskan fungsi bahasa dalam
penyampaian kritik melalui media televisi.
Data penelitian berupa tuturan Valentinus Resa dalam acara Meet Nite Live
Metro TV episode Valentinus Resa Memasak: "Jagoan Oposisi “Eh” Jago Nambah
Posisi" yang mengandung tindak tutur ilokusi dan strategi satir politik. Data diperoleh
melalui penyimakan tayangan, kemudian ditranskripsikan, diseleksi sesuai dengan
kriteria penelitian, dan dianalisis berdasarkan konteks tuturan untuk mengidentifikasi
jenis tindak tutur ilokusi, bentuk satir politik, serta fungsi kritik sosial-politik yang
terkandung di dalamnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 18 data yang dianalisis ditemukan
tiga jenis tindak tutur ilokusi, yaitu tindak tutur asertif sebanyak 14 data, tindak tutur
ekspresif sebanyak 3 data, dan tindak tutur direktif sebanyak 1 data. Berdasarkan
strategi satir politik ditemukan ironi sebanyak 11 data, sarkasme sebanyak 5 data, dan
hiperbola sebanyak 2 data. Tindak tutur asertif dan strategi ironi merupakan bentuk
yang paling dominan digunakan dalam menyampaikan kritik terhadap isu politik,
ekonomi, birokrasi, serta berbagai fenomena sosial yang berkembang di masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan
tindak tutur ilokusi memiliki peran penting dalam membangun strategi satir politik
sebagai bentuk kritik sosial-politik. Tindak tutur ilokusi berfungsi sebagai sarana
penyampaian maksud komunikatif penutur, sedangkan strategi satir memperkuat
penyampaian kritik melalui penggunaan humor, ironi, sarkasme, dan hiperbola
sehingga kritik sosial-politik dapat disampaikan secara komunikatif, menarik, dan
tetap mempertahankan daya kritisnya.
Description
Validasi file repositori 4 Agustus 2026_Firli
