Analisis Tingkat Kesejahteraan Pedagang berdasarkan Maqashid Syariah (Studi Kasus Pedagang di Alun-Alun Kabupaten Bondowoso

dc.contributor.authorAhmad Dani
dc.date.accessioned2026-02-26T02:35:12Z
dc.date.issued2025-07
dc.descriptionReaploud Repository February_agus
dc.description.abstractPedagang kecil berperan penting dalam perekonomian daerah termasuk para pedagang di Alun-alun Kabupaten Bondowoso. Dalam menjalankan usaha, pedagang juga dibantu oleh diskoperindag memberikan arahan dan pelatihan kepada para pedagang sehingga diharapkan dapat meningkatkan penjualannya sekaligus tingkat kesejahteraan keluarga. Kesejahteraan ini kemudian dihubungkan dengan konsep kesejahteraan islam dimana kesejahteraan islam telah menjadi solusi karena tidak hanya diukur dari segi materi tetapi juga immateri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesejahteraan para pedagang di Alun-alun Kabupaten Bondowoso sebagai tujuan dari maqashid syariah. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi terus terang, wawancara mendalam dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yaitu mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas triangulasi yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Informan dalam penelitian ini adalah pedagang di Alun-alun Kabupaten Bondowoso. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang telah mencapai kesejahteraan maqashid syariah. Hal ini terbukti bahwa pedagang telah melakukan kelima unsur indikator maqashid syariah. Pencapaian ini misalkan dalam menjaga agama (hifdz din) para pedagang telah memahami pentingnya menjaga agama seperti sholat, mengaji, sedekah, dan mengikuti kajian. Dalam menjaga jiwa (hifdz nafs) para pedagang secara rutin menjaga pola makan, berolahraga, serta minim minuman herbal dan vitamin serta sebagian besar telah mudah mengakses layanan kesehatan. Dalam menjaga akal (hifdz aql) para pedagang sepakat bahwa pendidikan sangat penting. Meskipun tingkat pendidikan mereka beragam, mereka meyakini ilmu yang diperoleh berpengaruh besar. Dalam menjaga keturunan (hifdz nass), para pedagang sepakat mempersiapkan masa depan anak sejak dini dengan memberikan pendidikan formal, bimbingan belajar, nafkah, dan dorongan semangat. Dalam menjaga harta (hifdz mal), pedagang merasa pendapatan usaha cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan rutin menyisihkan sebagian untuk tabungan.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Dr.Agus Luthfi, M.Si Dosen Pembimbing Anggota : Musa Al Kadzim, S.Ag., M.Ag.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4592
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ekonomi dan Bisnis
dc.subjectKesejahteraan
dc.subjectMaqashid Syariah
dc.subjectAlun-Alun Bondowoso
dc.titleAnalisis Tingkat Kesejahteraan Pedagang berdasarkan Maqashid Syariah (Studi Kasus Pedagang di Alun-Alun Kabupaten Bondowoso
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
AHMAD DANI - 210810102052.pdf
Size:
1.66 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: