Hubungan antara Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru SDN di Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Guru merupakan salah satu bagian terpenting yang memainkan peran
krusial dan memiliki pengaruh besar terhadap pelaksanaan pembelajaran di
sekolah. Oleh karena itu, guru harus memiliki semangat kinerja yang tinggi.
Rendahnya kinerja guru dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya faktor
yang paling dominan yaitu kompetensi manajerial kepala sekolah. Maju mundurnya
kinerja dalam suatu lembaga sangat ditentukan oleh kemampuan manajernya,
termasuk kualitas sekolah. Kualitas pendidikan di sekolah merupakan produk dari
keefektifan manajerial kepala sekolah yang didukung oleh guru. Jadi, kepala
sekolah harus memberikan layanan yang optimal bagi guru, sehingga guru juga
akan memberikan layanan yang optimal kepada peserta didik. Kenyataannya,
kompetensi manajerial kepala sekolah di beberapa SDN di Kecamatan Wlingi
masih belum optimal, yang menyebabkan tingkat kinerja guru cenderung rendah.
Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk menganalisis hubungan antara kompetensi
manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru SDN di Kecamatan Wlingi
Kabupaten Blitar.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu korelasional dengan
pendekatan kuantitatif dan dilaksanakan pada 28 SDN yang terletak di Kecamatan
Wlingi Kabupaten Blitar, dengan waktu pelaksanaan pada tahun ajaran 2024/2025.
Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Subjek dalam
penelitian ini terdiri dari 28 kepala sekolah dan 56 guru yang tersebar di Kecamatan
Wlingi Kabupaten Blitar, sehingga total partisipan berjumlah 84 orang. Data
dikumpulkan dengan melalui angket dan dokumen, serta dianalisis menggunakan
uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas, dilanjut dengan
analisis korelasi product moment, analisis regresi linear sederhana, dan analisis
koefisien determinasi.
Hasil penelitian didapatkan nilai 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 (0,391) > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (0,374). Dilihat
dari nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) adalah 0,040, yang berarti lebih kecil dari 0,05,
maka hubungan kedua variabel tersebut termasuk signifikan. Hubungan manajerial
kepala sekolah dengan kinerja guru juga termasuk bersifat positif, ditunjukkan
dengan nilai sebesar 0,424. Hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat
hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi manajerial kepala sekolah
dengan kinerja guru SDN di Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Kompetensi
manajerial kepala sekolah berkontribusi sebesar 15,28% dalam menjelaskan kinerja
guru dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.
Saran yang dapat diberikan bagi kepala sekolah, yaitu sehendaknya untuk
aspek pengawasan dapat terus ditingkatkan lagi, agar kompetensi manajerial yang
dimiliki oleh kepala sekolah semakin baik dalam meningkatkan kinerja guru. Bagi
guru, sehendaknya untuk aspek penilaian proses pembelajaran perlu adanya
peningkatan kembali, agar dalam merancang instrumen penilaian lebih sistematis
sesuai tujuan pembelajaran. Bagi peneliti lain, disarankan mengkaji faktor lain yang
diduga mempunyai pengaruh atau hubungan yang lebih kuat terhadap peningkatan
kinerja guru, seperti motivasi kerja, kompetensi guru, iklim organisasi, dan
kepuasan kerja, di tempat yang berbeda dengan penelitian sebelumnya dan dengan
jangkauan sampel secara luas dalam cakupan wilayah, sehingga dapat
menghasilkan penelitian yang lebih generalisasi
Description
Reuploud file repositori 3 Feb 2026_Firli
