Jargon dalam Komunitas Roleplayer di Grup WhatsApp: Kajian Sosiolinguistik

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi yang terus berkembang seiring perubahan masyarakat dan kemajuan teknologi. Perkembangan media sosial telah melahirkan berbagai komunitas virtual yang memiliki karakteristik komunikasi tersendiri. Salah satu komunitas tersebut adalah komunitas roleplayer, yaitu komunitas yang melakukan aktivitas bermain peran menggunakan identitas tokoh tertentu melalui media sosial. Dalam proses interaksi, anggota komunitas roleplayer menggunakan berbagai istilah khusus yang hanya dipahami oleh sesama anggota. Istilah-istilah tersebut dikenal sebagai jargon dan menjadi salah satu bentuk variasi bahasa yang berkembang sesuai dengan kebutuhan komunikasi dalam komunitas. Kajian sosiolinguistik memandang jargon sebagai variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial tertentu untuk memenuhi kebutuhan komunikasi sekaligus sebagai penanda identitas kelompok. Penggunaan jargon pada komunitas roleplayer menarik untuk dikaji karena istilah-istilah yang digunakan memiliki bentuk dan makna yang berbeda dari penggunaan bahasa pada umumnya serta lahir dari aktivitas bermain peran. Penelitian ini berfokus pada penggunaan jargon dalam percakapan anggota komunitas roleplayer di grup WhatsApp UNICE dan GODDEZY dengan mengkaji dua aspek, yaitu wujud dan fungsi penggunaan jargon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian berupa tuturan yang mengandung jargon dalam percakapan anggota komunitas roleplayer di grup WhatsApp UNICE dan GODDEZY. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik dokumentasi yang didukung teknik simak dan teknik catat. Analisis data menerapkan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan didukung dengan teori Mahsun. Analisis wujud jargon mengacu pada teori Halligan yang mengelompokkan jargon ke dalam bentuk kata, frasa, akronim, dan singkatan. Analisis fungsi jargon mengacu pada teori Brown dan Attardo yang membedakan fungsi jargon sebagai sarana komunikasi efektif serta sebagai penanda identitas dan keanggotaan kelompok.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By