Perbandingan Perkembangan Karakteristik Seks Sekunder pada Remaja Laki-laki akibat Paparan Pestisida di SMPN 8 Jember dan SMPN 1 Wuluhan

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran

Abstract

Perkembangan karakteristik seks sekunder adalah salah satu tanda dimulainya pubertas. Faktor terpenting dalam perkembangan ini adalah hormon, yang dapat dipengaruhi oleh paparan pestisida. Pestisida sebagai endocrine disrupting chemicals dapat mengganggu kerja hormon dan menyebabkan gangguan perkembangan karakteristik seks sekunder pada remaja laki-laki. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perkembangan karakteristik seks sekunder pada remaja laki-laki akibat paparan pestisida di SMPN 8 Jember dan SMPN 1 Wuluhan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah remaja laki-laki di SMPN 8 Jember dan SMPN 1 Wuluhan dengan jumlah sampel sebesar 60 yang diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data mengenai paparan pestisida dan perkembangan karakteristik seks sekunder remaja laki-laki. Analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov sebagai alternatif uji Chi Square. Sampel pada penelitian ini 60 sampel dengan 30 sampel termasuk kelompok paparan pestisida rendah dan 30 sampel termasuk kelompok paparan pestisida tinggi. Hasil uji menunjukkan terdapat perbedaan perkembangan genital (p=0,035), perkembangan rambut pubis (p=0,007), dan status pubertas (p=0,035) yang signifikan pada remaja laki-laki dengan paparan pestisida rendah dan tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan perkembangan karakteristik seks sekunder yang signifikan pada remaja laki-laki akibat paparan pestisida di SMPN 8 Jember dan SMPN 1 Wuluhan

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By