Analisis Penerapan Material Requirement Planning (MRP) pada Bahan Baku Kerupuk Iris di UD Dua Putra Mangli Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Kerupuk merupakan salah satu produk industri yang memiliki potensi yang cukup baik sebagai komoditas. Bahan baku harus tersedia dalam jumlah yang cukup untuk menjamin produksi yang efisien. Pengendalian persediaan bahan baku untuk menjamin kelancaran proses produksi. Realitanya manajemen bahan baku UD Dua Putra belum optimal. Salah satu metode untuk mengatur dan menjadwalkan persediaan bahan baku adalah sistem perencanaan kebutuhan bahan baku atau metode Material Requirement Planning (MRP). Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian disusun guna menganalisis MRP dan besarnya jumlah pesanan optimal untuk setiap bahan baku pada kerupuk iris di UD. Dua Putra Mangli Jember.
Rancangan penelitian ini adalah rancangan penelitian kuantitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini bedasarkan sumber perolehannya adalah data primer dan sekunder. Data primer yang digunakan berupa biaya pesan, biaya simpan, bill of material, dan struktur produk diperoleh darii wawancara dengan pemilik. Data sekunder yang digunakan berupa data permintaan kerupuk bersumber dari buku catatan UD Dua Putra. Metode analisis yang digunakan adalah peramalan permintaan dengan metode time series, Material Reqirement Planning, dan penentuan ukuran lot optimal dengan teknik Lot for Lot, Economic Order Quantity, dan Period Order Quantity dengan menggunakan software POM for windows 3.
Analisis Material Requirement Planning (MRP) pada Kerupuk Iris dilakukan secara manual, karena jmlah komponen yang relatif sedikit. Material Requirement Planning pada Kerupuk Iris adalah sebagai berikut: bahan baku berupa tepung tapioka, garam, penyedap rasa, pewarna makanan, terasi dan plastik kemasan dipesan di hari pertama minggu pertama dan tersedia di gudang keesokan harinya, pembuatan kerupuk langsung dilaksanakan ketika bahan baku tersedia digudang dan dilakukan proses pengemasan satu hari kemudian. Jadi, pemesanan bahan baku, proses produksi hingga selesainya produk akhir adalah selama tiga hari.
Dalam penentan ukran lot optimal, teknik lot sizing yang dipilih adalah Lot for Lot, karena memiliki biaya persediaan yang rendah dibandingkan dengan teknik Economic Order Quantity dan Period Order Quantity.
Description
Reupload file repository 03 Mar 2026_Maya
