Analisis Jarak dan Lama Penyinaran Lampu Light Emitting Diode (LED) terhadap Pertumbuhan Tanaman Microgreens Selada Merah (Lactuca sativa var. crispa)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Permintaan konsumsi sayur yang terus meningkat di tengah keterbatasan lahan pertanian mendorong inovasi dalam sistem budidaya tanaman yang efisien, salah satunya adalah budidaya microgreens secara indoor. Selada merah (Lactuca sativa var. crispa) merupakan jenis sayuran yang banyak dikembangkan karena kandungan nutrisinya yang tinggi serta manfaatnya bagi kesehatan. Namun, sebagai tanaman hari panjang, selada merah membutuhkan penyinaran cahaya yang optimal untuk menunjang pertumbuhannya. Kendala utama dalam budidaya indoor adalah terbatasnya cahaya alami, sehingga diperlukan alternatif pencahayaan buatan, salah satunya menggunakan lampu Light Emitting Diode (LED). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi jarak dan lama penyinaran lampu LED terhadap pertumbuhan tanaman microgreens selada merah. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan tanaman yang disinari oleh cahaya matahari dengan bantuan penambahan lampu LED dengan tanaman yang hanya mendapat cahaya matahari alami. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari tiga variasi jarak lampu LED (20 cm, 35 cm, dan 50 cm) dan tiga durasi penyinaran (4 jam, 8 jam, dan 12 jam per hari), serta satu kelompok kontrol tanpa penyinaran LED. Pengamatan dilakukan terhadap lima parameter pertumbuhan tanaman, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, tingkat kecacatan, dan kematian tanaman. Penelitian dilaksanakan selama tiga minggu di dalam greenhouse dengan kondisi lingkungan yang dikendalikan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik inferensial yang dimulai dengan uji normalitas menggunakan metode Shapiro–Wilk untuk memastikan apakah data berdistribusi normal. Jika data berdistribusi normal dan homogen (diperiksa menggunakan uji Levene), maka dilanjutkan dengan uji One Way ANOVA untuk mengetahui perbedaan rata-rata antar kelompok perlakuan. Jika ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan, maka dilakukan uji lanjut Tukey HSD. Namun, jika data tidak memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas, maka digunakan uji non-parametrik Kruskal–Wallis. Semua analisis ini dilakukan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 25 dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang mendapat penyinaran LED dengan jarak 50 cm dan lama penyinaran 12 jam per hari menunjukkan pertumbuhan paling optimal. Tanaman dalam kelompok tersebut memiliki rata-rata tinggi lebih besar, jumlah daun lebih banyak, serta lebar daun lebih luas dibandingkan kelompok lain. Sebaliknya, kelompok kontrol yang hanya menerima cahaya matahari menunjukkan pertumbuhan yang paling rendah di semua parameter. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan lampu LED putih dengan jarak 50 cm dan durasi penyinaran 12 jam per hari merupakan kombinasi yang paling efektif untuk menunjang pertumbuhan microgreens selada merah dalam sistem budidaya indoor. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan pencahayaan buatan dapat menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan cahaya alami, serta mendukung produktivitas pertanian urban yang berkelanjutan

Description

Reupload File Repositori 9 Februari 2026_Rudi H/Ardi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By