Identifikasi Perubahan Kadar Bijih Nikel Laterit Pada Sampel Re-Check dan Re-Sampling di PT Antam Tbk UBPN Kolaka

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknik

Abstract

Pengambilan sampel merupakan langkah penting dalam penambangan nikel laterit karena memiliki pengaruh terhadap hasil analisis kadar bijih yang dapat menentukan keberhasilan penambangan. PT Antam Tbk UBPN Kolaka menerapkan kegiatan pengambilan sampel secara bertahap dengan tujuan untuk mendapatkan kadar yang konsisten dan sesuai standar perusahaan. Namun, data di lapangan menunjukkan adanya perubahan kadar pada sampel re-check dan resampling. Perubahan kadar yang signifikan antara sampel dengan kondisi sebenarnya di lapangan berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pengambilan keputusan serta kerugian bagi perusahaan. Untuk menghindari dampak perubahan kadar dilakukan penelitian tentang identifikasi perubahan kadar bijih nikel laterit pada sampel re-check dan re-sampling di PT Antam Tbk UBPN Kolaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi kadar bijih pada pengambilan sampel re-check dan re-sampling. Menganalisis pengaruh hubungan kadar unsur atau senyawa pada sampel re-check dan re-sampling, hingga mengidentifikasi faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kadar. Lokasi penelitian ini berada di PT Antam Tbk UBPN Kolaka, perusahaan yang bergerak dalam industri pertambangan nikel laterit yang terletak di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Tahapan penelitian ini dimulai dengan studi literatur, perumusan masalah, pengumpulan data, pengolahan data, analisis dan pembahasan serta kesimpulan dan saran. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder yang didapatkan langsung dari ore quality assurance PT Antam Tbk UBPN Kolaka. Data tersebut berupa kadar unsur atau senyawa pada sampel re-check dan re-sampling yaitu kadar Ni, Fe, Co, SiO2, MgO, CaO, Al2O3, Cr2O3 dan S/M. Kadar bijih yang didapatkan kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan perhitungan rumus dengan perangkat lunak RStudio. Analisis dilakukan menggunakan metode perhitungan statistik deskriptif untuk mengetahui distribusi kadar bijih pada sampel re-check dan re-sampling. Hasil perhitungan kadar bijih dilakukan uji t berpasangan. Selanjutnya untuk mengetahui kekuatan hubungan antara unsur atau senyawa dalam bijih nikel laterit pada sampel re-check dan re-sampling menggunakan korelasi pearson. Tahap akhir dilakukan perhitungan menggunakan analisis komponen utama untuk mengetahui kadar unsur atau senyawa yang paling berpengaruh pada pengambilan sampel recheck dan re-sampling. Hasil analisis data tersebut digunakan untuk mengetahui perbedaan kadar bijih nikel laterit yang dihasilkan pada sampel re-check dan resampling. Serta memastikan kualitas kadar bijih nikel laterit yang dihasilkan sesuai standar perusahaan. Perbandingan sampel re-check dan re-sampling menunjukkan perbedaan rata-rata kadar Ni sebesar 0,09%, sedangkan kadar Fe dan S/M sebesar -0,05%. Perbandingan analisis kadar bijih nikel laterit pada sampel re-check dan resampling menunjukkan bahwa variasi kadar bijih nikel laterit yang terkandung pada sampel re-sampling lebih besar dibandingkan sampel re-check. Berdasarkan hasil analisis kadar bijih nikel laterit menggunakan uji t berpasangan pada kadar Ni, Co, SiO2, MgO dan Al2O3 memiliki nilai p-value < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar yang signifikan kadar Ni, Co, SiO2, MgO dan Al2O3 pada sampel re-check dan re-sampling. Hubungan kadar unsur atau senyawa kadar Fe terhadap Co pada sampel re-check (+0,93) memiliki nilai korelasi yang tinggi dengan Fe terhadap Cr2O3 pada sampel re-sampling (+0,98). Sebaliknya, korelasi kadar SiO2 terhadap Al2O3 sampel re-check (-0,88) memiliki nilai korelasi yang rendah dengan kadar Fe terhadap MgO pada sampel re-sampling (-0,91). Identifikasi kadar bijih nikel laterit menggunakan analisis komponen utama menunjukkan sampel re-check memiliki nilai variasi data sebesar 78,89% pada kadar Co, Fe, SiO2, MgO, Cr2O3, dan Al2O3. Sedangkan sampel re-sampling sebesar 83,58% pada kadar Co, Fe, MgO, Cr2O3, Al2O3 dan S/M. Nilai variasi sampel resampling yang lebih besar dibandingkan sampel re-check membuktikan bahwa sampel re-sampling memiliki nilai heterogenitas yang lebih tinggi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sampel re-check dan re-sampling mengalami perubahan kadar dengan variasi kadar sampel re-sampling lebih tinggi dibandingkan sampel re-check. Nilai variasi kadar yang tinggi pada sampel recheck dan re-sampling terdapat pada kadar Co, SiO2, MgO dan Al2O3. Perbandingan kadar sampel re-check dan re-sampling menunjukkan bahwa kadar Ni dan Fe telah memenuhi spesifikasi perusahaan. Namun, kadar S/M tidak memenuhi spesifikasi perusahaan. Hal ini dapat terjadi karena adanya heterogenitas bijih, kesalahan pengambilan dan preparasi sampel, human error serta faktor lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatan pengawasan yang lebih ketat mulai dari tahap pengambilan, preparasi dan analisis sampel untuk menghasilkan data yang lebih representatif dan akurat.

Description

Reuploud file repositori 6 maret 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By