Identifikasi dan Uji Penularan Kapang Rhizopus sp. pada Buah Makadamia (Macadamia Integrifolia Maiden & Betche) Pasca Panen di PT Perkebunan Nusantara XII
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Kacang makadamia adalah salah satu komoditas kacang termahal di dunia.
Kacang ini telah berhasil dibudidayakan di beberapa tempat di Indonesia. Salah satu
pelopor sekaligus produsen kacang makadamia yang paling produktif di Indonesia
adalah PT Perkebunan Nusantara XII. Perusahaan ini mengelola lahan Perkebunan
Blawan dan Kalisat-Jampit di Dataran Tinggi Ijen, Kecamatan Sempol,
Bondowoso, Jawa Timur. Kawasan tersebut memiliki kondisi lingkungan yang
cocok untuk budidaya buah makadamia sehingga jumlah panen yang dihasilkan
melimpah.
Gejala kerusakan sering ditemukan pada buah makadamia pasca panen
terutama selama periode penjemuran di pabrik. Hal ini menyebabkan penyusutan
kuantitas dan kualitas hasil panen sehingga kacang berkualitas tinggi rata-rata
hanya dihasilkan sekitar 15% dari jumlah total panen. Kerusakan yang paling
umum adalah pembusukan pada folikel buah makadamia disertai dengan
pertumbuhan miselium kapang berwarna putih hingga abu-abu. Miselium kapang
perusak terbukti dapat tumbuh hingga menembus ke dalam jaringan folikel. Hal ini
menunjukan bahwa kapang kontaminan tersebut memiliki enzim yang beraktivitas
dengan kuat dalam mendegradasi folikel selama periode penjemuran. Oleh karena
itu, peneliti menggunakan metode direct isolation yang diawali dengan sterilisasi
permukaan luar folikel. Hal ini bertujuan untuk mengeliminasi mikroorganisme
yang tidak berpengaruh terhadap pembusukan sehingga isolat yang didapatkan
hanyalah kapang yang mampu penetrasi ke bagian dalam jaringan folikel buah
makadamia.
Koloni isolat kapang yang telah didapatkan dibuat preparat segar
menggunakan metode mounting fluid. Hasil pengamatan menunjukan bahwa isolat didominasi oleh genus kapang Rhizopus yang ditandai dengan keberadaan rizoid
dan kolumela payung. Kedua struktur tersebut merupakan ciri khas yang hanya ada
pada kelompok genus tersebut. Hal ini diperkuat juga dengan bentuk dan warna
koloni yang cocok dengan ciri-ciri kapang Rhizopus. Koloni isolat Rhizopus sp.
yang telah didapatkan dibedakan menggunakan kode isolat RMP 01 dan RMP 02
berdasarkan perbedaan karakteristik koloni. Hasil identifikasi morfologi secara
makroskopis dan mikroskopis menunjukan bahwa isolat kapang RMP 01 memiliki
struktur yang cukup identik dengan R.oryzae, sedangkan RMP 02 identik dengan
R. microsporus.
Masing-masing isolat kapang RMP 01 dan RMP 02 diinokulasikan pada
buah segar dan setengah kering. Tingkat kejadian kerusakan serta keparahan
kerusakan dihitung berdasarkan gejala yang timbul. Gejala kerusakan ditemukan
pada 100% sampel buah segar dan setengah kering yang diinokulasi dengan RMP
01. Tingkat keparahan kerusakan pada buah segar mencapai 96%, sedangkan pada
buah kering adalah 88,89%. Tingkat kejadian kerusakan akibat RMP 02 pada buah
segar adalah 91,67% dengan indeks keparahan kerusakan sebesar 58,33%. Tingkat
kejadian kerusakan pada buah setengah kering yang diinokulasi oleh isolat kapang
RMP 02 adalah 100% dengan keparahan kerusakan sebesar 46,67%. Kedua isolat
juga terbukti dapat tumbuh dengan baik pada endosperm biji (kernel) dan substrat
bubuk cangkang biji buah makadamia (testa).
Description
Reupload File Repository 20 Februari 2026_Rudi H/Ardi
