Komparasi Kinerja Susunan Elektroda Kobalt (Co) Pada Flow Injection Potentiometry Flow-Through Untuk Analisis Fosfat Dalam Pupuk
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Flow Injection Potentiometry (FIP) merupakan teknik analisis berbasis
sistem alir yang menggunakan potensiometri sebagai metode deteksinya. Metode
ini menggunakan elektroda kobalt sebagai elektroda kerja untuk menganalisis ion
fosfat karena memiliki sifat yang sensitif terhadap keberadaan fosfat. Respons
elektroda kobalt terhadap fosfat diduga berasal dari pembentukan senyawa
kompleks Co3(PO4)2 pada permukaan elektroda, yang mempengaruhi nilai
potensial yang dihasilkan. Secara umum, elektroda kobalt menunjukkan rentang
sensitivitas sebesar -32 sampai -59 mV/dekade terhadap perubahan konsentrasi ion
fosfat. Nilai sensitivitas ini dapat bervariasi tergantung pada Susunan elektroda
yang digunakan, sehingga pengaturan susunan elektroda menjadi salah satu faktor
penting dalam menentukan kinerja sistem FIP dalam mendeteksi fosfat.
Penelitian ini mengkaji perbedaan kinerja tiga Susunan elektroda kobalt,
yaitu double single, seri, dan paralel, dikaji lebih lanjut untuk mengetahui
pengaruhnya terhadap kinerja analisis. Evaluasi kinerja dilakukan menggunakan
sistem FIP dengan larutan carrier berupa ISA KHP 0,025 M pH 4, laju alir 2
mL/menit, dan volume injeksi sampel sebesar 100 μL. Pengujian masing-masing
Susunan elektroda dilakukan dengan menyuntikkan larutan standar fosfat dalam
variasi konsentrasi 1 x10-5 M; 5 x 10-5 M; 1 x 10-4 M; dan 5 x 10-4 M; 1 x 10-3 M,
yang digunakan untuk menyusun kurva kalibrasi antara beda potensial (mV) dan
log konsentrasi [H2PO4-]. kurva kalibrasi digunakan untuk menentukan parameter
kinerja elektroda berupa persamaan Nernst, linearitas, sensitivitas, dan
reprodusibilitas. Susunan elektroda dengan kinerja terbaik dipilih untuk
menganalisis kandungan fosfat (P2O5) dalam sampel pupuk. Sampel pupuk terlebih dahulu didestruksi untuk melarutkan ion fosfat dalam matriks padat agar dapat
terdeteksi dalam sistem alir. Hasil pengukuran kadar fosfat dari sampel pupuk
kemudian dibandingkan dengan nilai referensi menggunakan perhitungan
%recovery sebagai indikator akurasi metode analisis.
Description
Dosen Pembimbing Utama ; Drs. Siswoyo, M.Sc., Ph.D.,
Dosen Pembimbing Anggota ; Drs. Zulfikar, Ph.D.,
