Strategi Pengembangan Wisata Religi dan Mountaineering (Studi Deskriptif: Gunung Ringgit, Situbondo, Jawa Timur)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Secara umum, pariwisata merupakan kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang ke suatu tempat tertentu dengan tujuan utama untuk rekreasi, hiburan, relaksasi, pengetahuan, maupun pengalaman baru. Tidak hanya itu, tujuan pariwisata yang dilakukan yaitu untuk refreshing agar pikiran seseorang tenang dan nyaman. Pengertian pariwisata lainnya yaitu suatu perjalanan wisata yang dilakukan secara berkali-kali atau berkeliling-keliling, baik secara terencana maupun tidak terencana yang dapat menghasilkan pengalaman total bagi pelakunya (Wirawan, 2021). Dengan adanya pariwisata di suatu tempat, itu dapat memberikan dan membantu dari segi aspek ekonomi masyarakat sekitar. Apabila pariwisata tersebut berkembang pesat, maka bisa menambah devisa negara. Selain dapat meningkatkan pendapatan negara, industri pariwisata juga memiliki banyak potensi yang bisa membagikan manfaat untuk warga setempat. Hal ini karena masyarakat lokal secara tidak langsung akan berpartisipasi dalam kegiatan yang berhubungan dengan pariwisata, sehingga menciptakan semacam timbal balik antara masyarakat dan pariwisata (Chaerunissa & Yuniningsih, 2012). Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan potensi wisata alam dan budaya. Wisata tersebut memiliki banyak sekali macamnya, mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata religi, wisata rekreasi, dan lain sebagainya. Salah satu bentuk wisata yang tengah berkembang adalah wisata religi dan wisata pendakian (mountaineering). Gunung Ringgit merupakan sebuah gunung yang terdapat di Pasir Putih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur dan memiliki ketinggian 1.250 meter. Gunung Ringgit juga dikenal dengan nama Gunung Putri Tidur, karena bentuknya yang jika dilihat dari jauh seperti wajah seorang putri yang sedang tertidur. Kawasan ini terdapat situs-situs religi yang dikeramatkan oleh masyarakat lokal serta jalur pendakian yang menantang dengan panorama alam yang mempesona.
Description
Finalisasi_Maya_03 September 2026
