Pengaruh Pola Tanam Pisang terhadap Populasi dan Intensitas Serangan Ulat Penggulung Daun Pisang (Erionota thrax L.) di Kabupaten Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Tanaman pisang merupakan tanaman buah yang bersifat adaptif terhadap lingkungan sehingga memiliki penyebaran yang luas dan memiliki nilai ekonomi yang cukup besar. Potensi adanya penurunan produksi pisang tiap tahunnya dapat disebabkan oleh serangan hama. Salah satu hama utama tanaman pisang adalah ulat penggulung daun pisang (Erionota thrax). Serangan hama menyebabkan daun pisang akan menggulung, kering, luas daun berkurang, bahkan menyisakan tulang daun yang dapat berpengaruh pada proses fotosintesis. Ledakan hama E. thrax dalam budidaya pisang dipengaruhi oleh penggunaan pola tanam. Penerapan pola tanam polikultur mampu menekan hama melalui keragaman tanaman dan musuh alami, sedangkan monokultur rentan ledakan populasi hama (Siagian dkk., 2019). Perbedaan kedua pola tanam ini bisa dipengaruhi oleh kondisi lahan, lingkungan, dan kebiasaan petani. Oleh karena itu, perlunya dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pola tanam pisang terhadap populasi dan intensitas serangan hama E. thrax di Kabupaten Lumajang.
Penelitian dilakukan pada dua pola tanam pisang yaitu lahan polikultur pisang di Desa Sumberpetung, Kecamatan Ranuyoso dan lahan monokultur pisang di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode purposive sampling atau metode yang mempertimbangkan kriteria tertentu dalam pengambilan sampel. Beberapa kriteria yang dipertimbangkan dalam penelitian berupa: (1) lahan pisang dengan pola tanam yang berbeda (monokultur dan polikultur), (2) jumlah daun 8-12 helai, (3) terdapat gulungan daun karena gejala serangan larva E. thrax. Pengambilan sampel dilakukan dengan membagi 5 plot secara diagonal selama 5 kali pengamatan dengan interval 2 minggu. Data yang diambil berupa gejala serangan larva E. thrax, gulungan daun hasil serangan larva E. thrax dan larva E. thrax. Analisis data yang digunakan adalah penghitungan populasi larva E. thrax dan intensitas serangan larva E. thrax pada tiap tanaman, yang kemudian dianalisis dengan uji T untuk melihat pengaruhnya serta analisis nilai indeks keanekaragaman jenis (H’). Hasil dari penelitian diperoleh rerata populasi larva E. thrax tertinggi pada monokultur pengamatan ke-3 yakni sebanyak 1.56 ekor per tanaman, sedangkan tertinggi pada polikultur pengamatan ke-5 yakni sebanyak 0.3 ekor per tanaman. Intensitas serangan larva E. thrax pada monokultur tergolong kategori serangan sedang dengan rerata tertinggi 37.50%, sedangkan pada polikultur dengan rerata tertinggi 30%. Indeks keanekaragaman jenis (H’) pada monokultur dan polikultur pisang tergolong rendah dengan nilai 0.00 dan 1.29. Berdasarkan hasil uji T dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pola tanam pisang terhadap populasi dan intensitas serangan larva E. thrax di Kabupaten Lumajang, populasi dan intensitas serangan larva E. thrax lebih tinggi pada monokultur dan semakin banyak populasinya maka semakin tinggi pula intensitasnya.
Description
Reupload file Repositori 6 Februari 2026_Kholif/Keysa
