Reaksi Investor Bursa Efek Indonesia terhadap Demonstrasi 5 September 2025 (17 Tuntutan Rakyat)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi pasar modal Indonesia terhadap peristiwa demonstrasi 5 September 2025 (17 Tuntutan Rakyat) dengan menggunakan pendekatan studi peristiwa (event study). Reaksi pasar diukur melalui tiga indikator utama, yaitu abnormal return (AR), cumulative abnormal return (CAR), dan trading volume activity (TVA). Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa harga saham harian, volume perdagangan saham, serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai proksi return pasar yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode pengamatan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, diperoleh sampel sebanyak 70 perusahaan. Periode pengamatan yang digunakan adalah event window selama 14 hari bursa, yaitu 7 hari sebelum dan 7 hari sesudah peristiwa. Metode analisis yang digunakan meliputi uji statistik deskriptif, uji normalitas, serta uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah peristiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return (AR), cumulative abnormal return (CAR), dan trading volume activity (TVA) pada tingkat signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa demonstrasi tidak memiliki kandungan informasi yang cukup kuat untuk memengaruhi reaksi pasar secara signifikan, baik dari sisi perubahan return maupun aktivitas perdagangan saham.

Description

Approved by Teddy

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By