Efektivitas Bioinsektisida Berbahan Aktif Cendawan Metarhizium anisopliae Formulasi Cair dari Kultur Molase untuk Mengendalikan Hama Spodoptera frugiperda

Abstract

Ulat grayak jagung Spodoptera frugiperda merupakan hama invasif yang menyebabkan kerusakan serius pada tanaman jagung dan berpotensi menurunkan hasil produksi. Pengendalian hama ini masih didominasi oleh penggunaan pestisida sintetik yang berisiko menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan melalui pemanfaatan agens pengendali hayati, salah satunya cendawan entomopatogen Metarhizium anisopliae. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bioinsektisida formulasi cair berbahan aktif M. anisopliae dengan penambahan molase sebagai sumber nutrisi dalam menekan populasi S. frugiperda pada skala laboratorium. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan konsentrasi molase (0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%) dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi kerapatan spora, viabilitas spora, mortalitas larva, serta nilai LT₅₀ dan LC₅₀. Data dianalisis menggunakan ANOVA, DMRT taraf 5%, dan analisis Probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan molase 10% menghasilkan kerapatan spora tertinggi sebesar 4,2 × 10⁸ spora/ml dan viabilitas spora tertinggi sebesar 82,65%. Perlakuan ini juga memberikan mortalitas larva S. frugiperda tertinggi, yaitu 80% pada 7 hari setelah aplikasi, serta nilai LT₅₀ tercepat sebesar 4,22 hari dan nilai LC₅₀ yang mampu mempercepat kematian adalah 7,507%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa bioinsektisida formulasi cair berbahan aktif M. anisopliae dengan penambahan molase 10% efektif dalam menekan populasi S. frugiperda dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif pengendalian hayati yang ramah lingkungan.

Description

FINALISASI oleh Arif 2026 September 24

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By