Pengasuhan Anak Stunting Berbasis Budaya: Studi Etnonursing di Komunitas Tengger Kabupaten Probolinggo

dc.contributor.authorBadrul Nurul Hisyam
dc.date.accessioned2026-06-18T07:49:56Z
dc.date.issued2026-01-08
dc.descriptionReupload file repositori 14 Mei 2026_Maya Validasi repository 18 Juni 2026_Naomy/Firly
dc.description.abstractPenelitian pengasuhan anak stunting dalam keluarga Suku Tengger merupakan fenomena sosial dan budaya yang kompleks, dinamis, dan berlapis makna, sehingga tidak dapat dipahami secara utuh apabila hanya didekati melalui indikator biomedis atau kerangka perilaku individual. Pengasuhan berlangsung dalam sistem nilai budaya, keyakinan spiritual, struktur keluarga, dan relasi sosial yang diwariskan secara turun-temurun, serta dimaknai sebagai tanggung jawab moral, sosial, dan spiritual keluarga terhadap anak sebagai amanah kehidupan.. Penelitian dilaksanakan di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, dengan melibatkan keluarga yang memiliki anak stunting, tokoh adat, dukun bayi, dan tenaga kesehatan desa. Partisipan dipilih secara purposive hingga mencapai saturasi data. Pengumpulan data dilakukan melalui FGD, observasi dan wawancara mendalam. Analisis data mengikuti empat tahap analisis Leininger dengan menjaga keabsahan data melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan anak stunting dalam keluarga Suku Tengger dibentuk kuat oleh sistem kepercayaan, nilai spiritual, dan ajaran leluhur. Anak dipandang sebagai amanah dan cerminan moral orang tua, sehingga konsep sehat lebih dimaknai berdasarkan perilaku dan fungsi sosial anak, seperti keaktifan dan keceriaan, dibandingkan indikator pertumbuhan fisik. Tubuh anak yang pendek kerap dipersepsikan sebagai hal yang wajar atau faktor keturunan, sehingga stunting tidak selalu dikenali sebagai masalah kesehatan pada tahap awal. Pengasuhan dijalankan berdampingan dengan tradisi dan ritual adat yang dimaknai sebagai bentuk perlindungan spiritual, serta didukung oleh peran dukun bayi dan keluarga besar. Praktik tradisional dan layanan kesehatan modern berjalan secara berdampingan melalui proses negosiasi budaya. Dalam keseharian, pengasuhan dan pemberian makan berlangsung dalam keterbatasan sosial ekonomi keluarga agraris, dengan ibu sebagai pengasuh utama dan dukungan keluarga besar dalam menjaga keberlangsungan pengasuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengasuhan anak stunting dalam keluarga Suku Tengger merupakan proses yang kompleks dan kontekstual, dibentuk oleh interaksi nilai budaya, struktur keluarga, kondisi sosial ekonomi, serta akses layanan kesehatan. Oleh karena itu, penanganan stunting memerlukan pendekatan keperawatan yang peka budaya, berorientasi pada keluarga, dan berbasis komunitas agar intervensi yang dilakukan lebih relevan, dapat diterima, dan berkelanjutan.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama: Prof . Ns. Tantut Susanto, S/ Kep., Sp. Kep. Kom., Ph.D Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Ns. Suhari, A.Per.Oen., MM
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9478
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keperawatan
dc.subjectStunting
dc.subjectpengasuhan anak
dc.subjectkeperawatan etnis
dc.subjectbudaya Tengger
dc.subjectfamily nursing
dc.titlePengasuhan Anak Stunting Berbasis Budaya: Studi Etnonursing di Komunitas Tengger Kabupaten Probolinggo
dc.typeThesis

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Badrul Nurul Hisyam - 242320102005.pdf
Size:
3.85 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description:

Collections