Pengaruh Pengungkapan Environmental, Social, and Governance terhadap Nilai Perusahaan dengan Sensitivitas Industri Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Indeks LQ45)
| dc.contributor.author | Nabila Shahputri Yustisia | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-06T02:34:47Z | |
| dc.date.issued | 2024-10-29 | |
| dc.description.abstract | Berdasarkan data dari IMF pada tahun 2020 perkembangan perekonomian mengalami penurunan secara global (IMF, 2020). Penurunan ekonomi global dan Indonesia pada tahun 2020 berdampak pada fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang turun sebesar 5%. Turunnya kinerja IHSG dapat berpengaruh terhadap nilai suatu perusahaan. Nilai perusahaan menjadi faktor utama bagi investor dalam membuat keputusan investasi karena nilai tersebut menggambarkan sejauh mana perusahaan dihargai dan prospek keuntungan yang dapat diperoleh dari investasi tersebut. Para investor saat ini juga mempertimbangkan mengenai aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) dalam menilai suatu perusahaan dan dalam proses pengambilan keputusan investasi. Perusahaan yang melakukan pengungkapan ESG cenderung lebih menarik bagi investor, namun hasil penelitian mengenai pengaruhnya terhadap nilai perusahaan masih beragam. Berkembangnya kesadaran akan isu-isu keberlanjutan membuat banyak perusahaan dari berbagai sektor industri berusaha untuk mengintegrasikan aspek-aspek ESG. Beberapa sektor industri memiliki sensitivitas industri yang berbeda dalam mempengaruhi nilai perusahaan. Industri yang sensitif terhadap lingkungan dan sosial cenderung lebih diperhatikan oleh publik dan investor, sehingga pengungkapan ESG di sektor ini dapat memiliki dampak yang lebih signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan ESG terhadap nilai perusahaan dengan mempertimbangkan sensitivitas industri pada perusahaan yang terdaftar di indeks LQ45. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif sebagai metode pengamatan. Data sekunder yang dianalisis berasal dari laporan keberlanjutan atau laporan tahunan periode 2020 hingga 2022. Populasi penelitian ini meliputi semua emiten yang terdaftar di Indeks LQ45 selama periode 2020-2022. Data diperoleh melalui teknik purposive sampling. Penelitian ini memperoleh hasil yang pertama yaitu pengungkapan ESG berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Hasil yang kedua yaitu Sensitivitas industri tidak mampu memoderasi hubungan antara pengungkapan ESG terhadap nilai perusahaan. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Novi Wulandari Widiyanti, S.E., M.Acc&Fin., Ak. DPA : Bayu Aprillianto, S.E., M.Akun | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1944 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ekonomi dan Bisnis | |
| dc.subject | Environmental | |
| dc.subject | Social | |
| dc.subject | Nilai Perusahaan | |
| dc.title | Pengaruh Pengungkapan Environmental, Social, and Governance terhadap Nilai Perusahaan dengan Sensitivitas Industri Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Indeks LQ45) | |
| dc.type | Other |
