Hubungan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Berpikir Kreatif Pada Siswa Biologi SMA yang Menerapkan Model Pembelajaran RWRS (Reading, Writing, Reflecting, Sharing) dan RFDT (Reading, Finding, Discussing, Talking)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Permasalahan pendidikan di Indonesia adalah rendahnya kemampuan
berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif. Menurut hasil Trend International
Mathematics and Science Studi (TIMMS) menyatakan bahwa tingkat kemampuan
berpikir kritis siswa di Indonesia sangat rendah. Dilihat dari PISA menunjukkan
bahwa hasil Indonesia berada di urutan 50 dari 57 negara dengan rata-rata skor 391.
Indonesia juga tergolong sebagai negara dengan kemampuan berpikir kreatif
rendah. Menurut Programme for international Student Assesment (PISA) 2022,
Indonesia menempati posisi 5 dari 6 negara Asia Tenggara yang mengikuti tes
tersebut. Kemampuan berpikir kritis peserta didik belum berkembang optimal
karena budaya belajar masih berorientasi pada hafalan dan kepatuhan, sehingga
kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi terbatas. Selain itu, kemampuan berpikir
kreatif juga rendah akibat kurangnya aktivitas pembelajaran yang mendorong
imajinasi dan inovasi, sehingga siswa cenderung terpaku pada pola yang telah
ditetapkan, serta minimnya penerapam model pembelajaran.
Model pembelajaran RWRS (Reading, Writing, Reflecting, and Sharing)
dan RFDT (Reading, Finding, Discussing, and Talking) merupakan model
pembelajaran yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik melalui kegiatan
membaca, menulis, mengolah informasi, berdiskusi, serta mengomunikasikan hasil
pemikiran, sehingga berpotensi mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan
kreatif. Penelitian tersebut dilakukan di SMA Negeri 5 Jember, Agustus tahun
2025/2026, populasi kelas X dan sampel yang digunakan dari kelas X1 dan X2
sebanyak 60 orang menggunakan random sampling. Pendekatan yang digunakan
adalah korelasional untuk mengetahui hubungan kemampuan berpikir kritis
(variabel bebas) dan kreatif (variabel terikat) dengan model pembelajaran RWRS
dan RFDT. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi keterlaksanaan
sintaks pembelajaran dan post-test berupa soal esai untuk mengetahui hubungan
kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif.
Hasil analisis data penerapan model pembelajaran RWRS menunjukkan
kemampuan berpikir kritis memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan
kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Nilai signifikansi yang diperoleh 0,000
<0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua variabel berkorelasi secara
signifikan. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,609 menunjukkan hubungan
dalam kategori kuat. Selanjutnya, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,371
mengindikasikan bahwa kemampuan berpikir kritis memberikan kontribusi sebesar
37,1% terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik, sedangkan sebesar
62,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Sedangkan penerapan model pembelajaran RFDT, hasil analisis data
menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan
berpikir kritis dengan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Nilai signifikansi
yang diperoleh 0,004 <0,05, yang menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki
hubungan yang signifikan. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,507 menunjukkan
hubungan dalam kategori sedang. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,257
menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis memberikan kontribusi sebesar
25,7% terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik, sedangkan sebesar
74,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
Penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan keilmuan, khususnya
terkait penerapan model pembelajaran RWRS dan RFDT dalam memperkuat
keterkaitan antara kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Hasil penelitian ini
diharapkan memberikan kontribusi praktis bagi upaya peningkatan kualitas
pembelajaran biologi serta pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi
peserta didik di Indonesia.
Description
Reupload Repositori File 03 Juni 2026_Kholif Basri
Approved by Teddy
