Analisis Pelaksanaan Program JKN-BPJS Dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu Di Puskesmas Ajung Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Kematian ibu merupakan masalah kesehatan global yang menjadi indikator penting dalam keberhasilan program kesehatan ibu dan merupakan salah satu indikator untuk menggambarkan derajat kesehatan masyarakat. Jember merupakan salah satu kabupaten penyumbang AKI tertinggi di Provinsi Jawa Timur dan selama 5 tahun terakhir AKI di Kabupaten Jember mengalami peningkatan yang signifikan. Puskesmas Ajung dengan pertimbangan pemilihan lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Ajung selama 3 tahun terakhir memiliki permasalahan kematian ibu yang tinggi di Kabupaten Jember. Pada tahun 2018 memiliki angka kematian ibu dengan prevalensi 7,3%, kemudian pada tahun 2019 prevalensi kematian ibu masih tetap tinggi yaitu 6,4% dan pada tahun 2020 mengalami peningkatan menunjukkan jumlah kematian dengan prevalensi 11%. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan studi dokumentasi, observasi dan wawancara mendalam. Penelitian ini menggunakan form Delphi yang dilakukan dalam tahapan peramalan dan pemilihan alternative strategi/kebijakan baru yang dilakukan dengan para pakar dalam kebijakan terkait serta pemangku kepentingan yang bersinggungan langsung dengan masalah-masalah yang sudah ditemukan perhitungan menggunakan check list yang berisi poin-poin masalah yang akan dinilai dengan menggunakan skala yang sudah ditentukan peneliti. Informan utama dalam penelitian ini adalah Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Jaminan Primer, 8 Kepala Puskesmas Ajung dan informan tambahan Bidan Desa Wilayah Kerja Puskesmas Ajung dan Ibu hamil. Hasil Penelitian ini menunjukkan Karakteristik aktor kebijakan JKN BPJS dalam upaya penurunan AKI pada implementasi kebijakan: usia, jenis kelamin, institusi asal, jabatan, lama berkerja, dan latar belakang pendidikan.Tiap aktor kebijakan memiliki pengaruh sendiri dalam implementasi kebijakan. Melalui identifikasi masalah atau isu kebijakan ditemukan metamasalah yang kemudian melalui form Delphi diprioritaskan masalah kebijakan sebagai berikut; 1) Keterbatasan akes perempuan (bumil) terhadap fasilitas pelayanan kesehatan terutama bagi perempuan miskin di daerah terpencil tertinggal dalm program BPJS masih belum berjalan dengan baik, 2) Kurangnya pemahaman peran dan tupoksi pelaksana program JKN BPJS, 3) Kurangnya kerja sama lintas program dan lintas sektor, 4) Sistem rujukan dari rumah ke Puskesmas dan ke Rumah Sakit belum berjlan optimal dan Fasilatas di Puskesmas yang tidak sesuai Standar. Rekomendasi yang diberikan berdasarkan prioritas masalah kebijakan berupa: 1) PERMENKES RI No 4 Tahun 2019 dan Peraturan Badan Peyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan, 2) Sosialiasi PERMENKES RI No 4 Tahun 2019 dan Peraturan Badan Peyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan PERMENKES No. 52 Tahun 2016 (Ibu Hamil, Masyarakat, Desa, desa dan Kecamatan), 3) Pembentukan kader dalam pelaksanaan program JKN-BPJS dalam penurunan AKI. Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian tersebut Perlu dilakukanya penelitian lanjutan terkait implementasi kebijakan JKN-BPJS dalam upaya penurunan AKI. Penelitian juga dapat dikembangkan dengan menbandingkan implementasi kebijakan JKN-BPJS di Kabupaten Jember dengan Kabupaten lain yang juga AKI tinggi. Puskesmas meningkatkan fasilitas, pelayanan kesehatan dan sistem rujukan yang terpadu yang bertujuan untuk mengurangi AKI tinggi di wilayah Puskesmas Ajung.

Description

Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 9 Juni 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By