Pengembangan Media Pembelajaran Kartu Pak Alam Berbasis Augmented Reality IPAS untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 2 Sumberagung Banyuwangi

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SDN 2 Sumberagung pada mata pelajaran IPAS materi “Daerahku dan Kekayaan Alamnya”, dengan nilai rata-rata 69,38 dan ketuntasan klasikal hanya 14,29% (3 dari 21 siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75). Observasi dan wawancara menunjukkan pemahaman siswa terhadap materi bentang alam masih bersifat hafalan, siswa sulit membedakan jenis dan karakteristik bentang alam, partisipasi belajar rendah, serta media guru masih terbatas pada gambar dan buku sehingga siswa mudah bosan. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana proses pengembangan media Kartu Pak Alam berbasis augmented reality kelas IV di SDN 2 Sumberagung serta bagaimana kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan hasil pengembangannya, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedua hal tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri atas 21 siswa kelas IV SDN 2 Sumberagung Banyuwangi beserta guru kelas sebagai mitra penelitian, serta ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media sebagai validator. Pengembangan media dilakukan melalui analisis kebutuhan pembelajaran, perancangan isi materi dan integrasi Qr code serta AR, pengembangan produk menggunakan Canva untuk desain kartu, Meshy untuk pemodelan objek 3D, dan Assemblr Studio sebagai platform penampil konten AR, implementasi melalui uji coba terbatas, serta evaluasi formatif dan sumatif untuk menilai kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Kartu Pak Alam berbasis augmented reality dinyatakan sangat valid, dengan rata-rata persentase validasi sebesar 91,25% dari ahli materi, 91,43% dari ahli bahasa, dan 93,64% dari ahli media. Instrumen pendukung (angket respon siswa, angket respon guru, dan tes hasil belajar) juga dinyatakan sangat valid, masing-masing 91,67%, 93,33%, dan 84,00%. Media juga dinyatakan sangat praktis, dengan rata-rata respons 85,43% dari siswa dan 90,00% dari guru. Dari segi keefektifan, rata-rata nilai pre-test siswa sebesar 63,81 meningkat menjadi 85,24 pada post-test, dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,610 (kategori Sedang), terdiri atas 19,05% siswa kategori Tinggi dan 80,95% siswa kategori Sedang, serta ketuntasan belajar klasikal mencapai 90,48%. Instrumen tes hasil belajar juga dinyatakan valid dan reliabel, dengan 20 dari 25 butir soal dinyatakan valid dan nilai reliabilitas KR-21 sebesar 0,822 (kategori Sangat Tinggi). Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi tiga unsur sekaligus dalam satu media pembelajaran IPAS, yaitu permainan kartu edukatif, Qr code, dan augmented reality, yang belum banyak dilakukan pada penelitian sebelumnya yang umumnya hanya mengintegrasikan dua komponen. Hasil ini sejalan dengan penelitian Yulianti dan Minsih (2022) yang menunjukkan media kartu edukatif berbasis game memperoleh validasi sangat layak, serta penelitian Ningsih dan Gunansyah (2023) yang menunjukkan media kartu berbasis Qr code efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Meskipun demikian, rata-rata N-Gain yang diperoleh masih kategori Sedang, diduga karena durasi implementasi yang singkat, kemampuan awal siswa yang heterogen, adaptasi siswa terhadap teknologi AR yang masih baru, serta keterbatasan sarana seperti jumlah perangkat dan jaringan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengembangan media Kartu Pak Alam berbasis augmented reality dilakukan melalui tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi sesuai model ADDIE, serta menghasilkan produk akhir berupa kartu edukatif yang valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS materi Daerahku dan Kekayaan Alamnya bagi siswa kelas IV sekolah dasar. Siswa disarankan memanfaatkan media ini secara mandiri maupun berkelompok, guru disarankan menggunakannya sebagai alternatif pembelajaran IPAS pada materi bentang alam dan kekayaan alam dengan mempersiapkan perangkat dan jaringan internet memadai, serta peneliti selanjutnya disarankan mengembangkan media serupa pada materi lain

Description

Finalisasi Maya_16 Oktober 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By