Alih Fungsi Lahan Dari Karet dan Kakao Ke Tebu di PTPN XII Perkebunan Kalisepanjang Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi Tahun 2014-2021
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini membahas tentang alih fungsi lahan Perkebunan Kalisepanjang,
Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi tahun 2014
2021. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu (1) alasan Perkebunan
Kalisepanjang melakukan alih fungsi lahan (2) proses terjadinya alih fungsi lahan
(3) dampak alih fungsi lahan Perkebunan Kalisepanjang. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Kuntowijoyo meliputi
tahapan pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan
penulisan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
Sosiologi Ekonomi dan teori yang digunakan adalah teori Inovasi Bisnis oleh
Everett M. Rogers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lahan
Kebun Kalisepanjang beralih fungsinya menjadi lahan tebu. Tanaman Tebu PTPN
XII (Persero) Kebun Kalisepanjang mulai menjadi komoditas utama perkebunan
pada tahun 2014 memberikan perubahan bagi perusahaan dan masyarakat pekerja
sekitar pekebunan terutama para buruh harian lepas. PTPN XII (Persero) berusaha
mengoptimalkan lahan perkebunan dengan memanfaatkan kebun sebagai produksi
Bahan Baku Tebu (BBT) untuk PG Glenmore. Pada tahun 2021 tanaman tebu
yang dikelola PTPN XII (Persero) Kebun Kalisepanjang akan dialihkan ke PTPN
XII (Persero) Kebun Kalitelepak. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
alih fungsi lahan dari karet dan kakao ke tebu tidak selalu berdampak positif.
Selain memberikan peningkatan pada pendapatan tahunan perusahaan yakni
PTPN XII (Persero), alih fungsi lahan di Kebun Kalisepanjang ternyata justru
menurunkan penghasilan para pekerja buruh harian lepas di Kebun Kalisepanjang.
Description
reeapload Rudi H
