Hubungan Faktor-Faktor Risiko terhadap Letak Kelainan Vaskular Pasien Stroke Iskemik di RSD dr. Soebandi Jembe
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Stroke merupakan penyakit penyebab kematian terbesar kedua di dunia
setelah penyakit jantung iskemik. Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang
paling sering terjadi secara global dengan 62,4% dari seluruh kasus stroke. Stroke
iskemik merupakan suatu hal yang serius secara klinis karena dapat mengakibatkan
kerusakan bahkan kematian saraf yang akan menyebabkan disabilitas bahkan
kematian yang secara jangka panjang dapat memengaruhi pasien secara kesehatan
maupun sosioekonomi. Stroke iskemik sirkulasi anterior dan posterior memiliki
perbedaan dalam manifestasi klinisnya akibat perbedaan struktur yang diperdarahi.
Stroke iskemik sirkulasi anterior menimbulkan manifestasi klinis seperti
hemiparesis, hemianopia, disfungsi kortikal tinggi, stroke sensorik murni, dan
stroke motorik murni; sementara stroke iskemik sirkulasi posterior menimbulkan
manifestasi klinis seperti hemianopia homonim terisolasi, brainstem syndrome, dan
cranial nerve palsy. Stroke iskemik akibat infark sirkulasi posterior menimbulkan
disabilitas dan mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan stroke iskemik akibat
infark sirkulasi anterior dalam rentang waktu tiga bulan jika pasien datang lebih
dari 4,5 jam setelah onset atau onset tidak diketahui. Stroke iskemik memiliki faktor
risiko yang dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu faktor risiko yang tidak dapat
diubah dan dapat diubah. Faktor risiko yang tidak dapat diubah diantaranya usia,
jenis kelamin, etnis, dan genetik. Sementara faktor risiko yang dapat diubah
diantaranya hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, kebiasaan merokok,
hiperlipidemia, kebiasaan konsumsi alkohol dan penyalahgunaan NAPZA, obesitas
dan gaya hidup sedentary, serta inflamasi.
Description
februari 2026 Rudi H
