Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pendapatan Petani Kubis di Desa Dadi Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Kubis (Brassica oleracea var. capitata) memiliki kandungan yang baik bagi kesehatan tubuh. Jawa Timur memiliki beberapa kabupaten sentra produksi kubis, salah satunya adalah Kabupaten Magetan. Tahun 2018-2022 produksi kubis di Kabupaten Magetan mengalami kenaikan dan penurunan dengan rata-rata produktivitas sebesar 4,02 ton/ha, lebih rendah dari Kabupaten Malang sebesar 15,49 ton/ha. Hal tersebut dikarenakan hanya terdapat dua kecamatan saja yang melakukan usahatani kubis di Kabupaten Magetan. Produksi kubis khususnya di Desa Dadi Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan mengalami kenaikan dan penurunan pada tahun 2019-2022 dengan rata-rata produktivitas sebesar 301,39 kuintal/ha. Produktivitas tersebut lebih tinggi dibandingkan desa lain yang ada di Kecamatan Plaosan seperti Desa Sarangan dan Desa Plaosan secara berturut-turut sebesar 287,13 kuintal/ha dan 265,56 kuintal/ha. Permasalahan yang dihadapi oleh petani kubis di Desa Dadi Kecamatan Plaosan adalah hama dan penyakit tanaman dan ketidakpastian harga. Harga jual pada musim tanam I tergolong tinggi akibat stok kubis di pasar terbatas sebesar Rp 3.000 – 6.000/kg. Sedangkan harga jual pada musim tanam II tergolong rendah karena stok kubis melimpah akibat adanya panen raya. Usahatani kubis sudah dilakukan petani sejak lama sehingga menjadi andalan pendapatan petani. Adanya ancaman-ancaman yang dihadapi sangat berpengaruh terhadap pada kehidupan petani terutama pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pendapatan petani kubis (2) mengetahui tingkat efisiensi biaya usahatani kubis (3) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan petani kubis. Kegiatan penelitian dilakukan di Desa Dadi Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif dan kuantitatif. Metode penentuan sampel menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 42 petani. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis pendapatan petani kubis, analisis efisiensi biaya menggunakan R/C Ratio dan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis pendapatan petani kubis di Desa Dadi Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan yakni rata-rata biaya produksi sebesar Rp 12.400.407/ha/musim tanam, rata-rata penerimaan sebesar Rp 18.029.762/ha/musim tanam ketika harga kubis sebesar Rp 4.190/kg. Harga minimal yang diterima petani kubis yakni sebesar Rp 4.000/kg. Hal tersebut menunjukkan bahwa Total Revenue (TR) lebih besar dari Total Cost (TC) maka pendapatan petani kubis menguntungkan. Hasil analisis efisiensi biaya menggunakan R/C ratio usahatani kubis sebesar 1,45. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai R/C ratio lebih dari satu, maka usahatani kubis di Desa Dadi efisien untuk dilanjutkan. Faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan petani kubis secara signifikan terdapat pada variabel luas lahan (X1) dengan nilai koefisien 1344428,074 bahwa setiap peningkatan luas lahan sebesar 1 Ha, akan meningkatkan pendapatan Rp 1.344.428,07/kg/ha. Biaya benih (X2) dengan nilai koefisien sebesar –0,639 bahwa setiap peningkatan biaya benih sebesar Rp 1.000, akan menurunkan pendapatan sebesar Rp 0,639/ha. Biaya pupuk (X3) dengan nilai koefisien sebesar –0,736 bahwa setiap peningkatan biaya pupuk sebesar Rp 1.000, akan menurunkan pendapatan sebesar Rp 0,736/ha. Biaya tenaga kerja (X4) dengan nilai koefisien sebesar –0,823 bahwa setiap peningkatan biaya tenaga kerja sebesar Rp 1.000, akan menurunkan pendapatan sebesar Rp 0,823/ha/mt. Harga jual (X5) dengan nilai koefisien sebesar 3930,679 bahwa setiap peningkatan harga jual sebesar Rp 1.000/kg, akan meningkatkan pendapatan sebesar Rp 3.930,679/ha/mt. Hasil panen (X6) dengan nilai koefisien sebesar 3339,841 bahwa setiap peningkatan harga jual sebesar Rp 1.000/kg, akan meningkatkan pendapatan sebesar Rp 3.339,841/ha/mt. Biaya pestisida (X7) dengan nilai koefisien sebesar –1,046. bahwa setiap peningkatan biaya pestisida sebesar Rp 1.000/ml, akan menurunkan pendapatan sebesar Rp 1.046/ha/mt. Sedangkan pengalaman usahatani (X8) tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani kubis karena memiliki nilai signifikansi yang lebih besar dari taraf kepercayaan (0,05).

Description

Reupload File Repositori 23 Februari 2026_Teddy/Hendra

Keywords

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By