Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Perilaku Self-Harm Pada Remaja Awal di Wilayah Agrikultural Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Remaja merupakan individu yang berada pada masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini terjadi berbagai perubahan dan perkembangan dalam kehidupan mereka. Hal tersebut menyebabkan remaja mudah mengalami stres akibat dihadapkan oleh masalah yang belum mampu diatasi sendiri. Stres dalam diri remaja jika tidak disertai dengan dukungan eksternal yang kuat akan memunculkan pengalihan yang merugikan seperti melukai diri sendiri. Tindakan negatif berupa self-harm ini dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan tekanan emosional atau rasa sakit dengan cara menyakiti diri sendiri secara sengaja tanpa atau disertai niat bunuh diri. Terdapat beberapa penyebab perilaku self-harm yang terdiri dari 3 faktor, yaitu faktor individu, faktor keluarga, dan faktor sosial. Penyebab perilaku self-harm ini perlu untuk diatasi, dimana pada remaja dengan diberikan perhatian dan dukungan sosial. Salah satu dukungan sosial yang cukup berpengaruh di usia remaja ialah dukungan sosial teman sebaya. Teman sebaya dapat menjadi sumber dukungan dalam bentuk afeksi, simpati, bahkan bimbingan moral, mereka memiliki peran penting dalam perkembangan remaja baik secara emosional maupun sosial.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan perilaku self-harm pada remaja awal di wilayah agrikultural Kabupaten Jember. Metode penelitian menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu remaja awal yang bersekolah di SMPN 1 Ambulu, SMPN 2 Ambulu, dan SMPN 3 Ambulu dengan total keseluruhan 2191 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel 376 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Student Social Support Scale (SSSS) dan Deliberate Self-harm Inventory (DSHI). Uji etik penelitian dilakukan di Fakultas Keperawatan Universitas Jember dengan No.073/UN25.1.14/KEPK/2024.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki dukungan sosial teman sebaya tinggi yaitu 243 responden (64,6%) dan perilaku self-harm rendah 319 responden (84,8%). Hasil uji statistik bivariat dengan kendall’s tau C didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan perilaku self-harm pada remaja awal di wilayah agrikultural Kabupaten Jember (p-value=0,038; r=-0,069). Hubungan variabel dinilai sangat lemah karena nilai koefisien korelasi hanya sebesar 0,069. Kemudian arah hubungan negatif yang artinya semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya maka semakin rendah perilaku self-harm. Dukungan sosial teman sebaya merupakan salah satu sumber koping eksternal yang dapat digunakan oleh remaja untuk membantunya dalam menghadapi suatu masalah. Jika remaja tidak mendapat koping adaptif yang cukup, mereka berisiko memiliki koping maladaptif dengan menggunakan perilaku negatif seperti self-harm untuk menghilangkan perasaan sakit akan masalahnya. Peneliti berpendapat bahwa hubungan teman sebaya yang negatif berkaitan dengan hubungan interpersonal yang buruk dan tentu berpengaruh pada dukungan sosial antar teman sebaya. Dukungan sosial oleh teman sebaya yang dibutuhkan individu tidak tercapai, sehingga mereka lebih rentan melakukan self-harm karena tidak terpenuhinya hubungan yang baik dengan lingkungan eksternalnya yang salah satunya teman sebaya.
Description
Reupload Repositori File 28 Januari 2026_Kholif Basri
