Konsumsi Air Minum Dan Iklim Kerja Dengan Status Hidrasi Pada Pekerja Genteng Atap Di Desa Sabrang Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Tekanan fisik di lingkungan kerja, terutama di lingkungan kerja yang panas,
dapat memberikan efek fisiologis seperti peningkatan kelelahan, penurunan kinerja
fisik dan mental, peningkatan suhu tubuh, peningkatan keringat. Keringat berguna
untuk menyeimbangkan suhu tubuh manusia yaitu sekitar 36°C – 37°C, jika keringat
yang keluar tidak disetarakan dengan konsumsi cairan akan memicu terjadinya
dehidrasi dan kelelahan kerja. Berdasarkan data Desa Sabrang merupakan desa yang
dekat dengan pesisir dengan suhu lingkungan sekitar 24°C – 30°C dan kelembapan
90%. Desa Sabrang merupakan sentra pembuatan genteng atap dengan terdapat
beberapa kelompok usaha, dari usaha kecil hingga besar. Dari hasil studi pendahuluan
yang peneliti lakukan di sentra industri pembuatan genteng milik perseorangan di
Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember ini, proses pembuatannya bisa
menghabiskan waktu ± 20 – 25 hari. Kondisi lingkungan sekitar tempat kerja di
industri ini, lebih banyak menggunakan area outdoor atau diluar ruangan, dengan
paparan panas yang berasal dari terik matahari dan dari tungku pembakaran. Tujuan
penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara karakteristik pekerja, kuantitas dan
jenis konsumi air pekerja, dan iklim kerja di tempat kerja dengan status hidrasi pada
pekerja industri genteng di Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember.
Description
reeapload april 2026 Rudi H
