Penentuan Kafein dalam Kopi dengan Elektroda PTFE/GRAFIT/Kompleks Co (II) Kafein Termodifikasi Secara Flow Injection Potentiometry
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Kafein merupakan salah satu senyawa alkaloid yang banyak ditemukan
pada tanaman kopi dan memiliki peranan penting dalam berbagai aspek, mulai dari
efek fisiologis pada tubuh hingga penggunaannya dalam industri pangan dan
minuman. Penentuan kadar kafein menjadi hal yang penting dalam pengawasan
mutu produk serta dalam pemenuhan standar regulasi. Berbagai teknik analisis telah
digunakan untuk mengukur kadar kafein, seperti High Perfomance Liquid
Chromatography (HPLC) dan spektrofotometri yang dikenal memiliki sensitivitas
tinggi. Namun, metode tersebut memerlukan instrumen mahal, waktu analisis yang
relatif lama, dan prosedur preparasi sampel yang cukup kompleks. Dengan
demikian, diperlukan metode alternatif yang lebih sederhana, cepat, dan ekonomis,
namun tetap akurat, seperti metode potensiometri. Metode potensiometri jika
dikombinasikan dengan sistem Flow Injection Analysis (FIA), mampu memberikan
analisis dengan laju tinggi, penggunaan sampel dalam jumlah kecil, sistem
pencucian yang berlangsung otomatis, serta tingkat presisi yang baik. Namun,
keberhasilan metode ini juga sangat bergantung pada kualitas elektroda yang
digunakan, khususnya elektroda komposit yang dapat dimodifikasi agar memiliki
sensitivitas dan selektivitas tinggi terhadap analit tertentu, dalam hal ini kafein.
Dalam penelitian ini, dikembangkan elektroda komposit berbasis
PTFE/Grafit/Kompleks Co(II)-kafein. Grafit berfungsi sebagai konduktor utama
karena memiliki konduktivitas listrik dan stabilitas struktur yang baik. PTFE
digunakan sebagai matriks pengikat yang bersifat inert, stabil secara kimia, dan
memiliki sifat mekanik yang kuat sehingga meningkatkan ketahanan elektroda.
Kompleks Co(II)-kafein berperan sebagai modifikator yang mampu berinteraksi
spesifik dengan molekul kafein sehingga meningkatkan respon elektroda. Kinerja
elektroda komposit tersebut dipengaruhi oleh komposisi dan pH buffer. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan komposisi dari material komposit,
pengaruh pH buffer, dan uji karakteristik respon elektroda menggunakan metode
Flow Injection Potentiometry (FIP). Komposisi dan pH buffer yang optimum akan
diuji kelayakannya terhadap sampel kopi Bali, Gayo, dan Toraja.
Proses penelitian dimulai dengan sintesis kompleks Co(II)-kafein, yang
kemudian dicampurkan dengan grafit dan PTFE dalam berbagai variasi komposisi
untuk memperoleh komposisi komposit yang paling optimal. Tahap selanjutnya
yaitu pembuatan elektroda dengan mempelajari variasi komposisi pada
perbandingan jumlah grafit dan kompleks Co(II) kafein diantaranya 0,10:0,30 g,
0,15:0,25 g, 0,20:0,20 g, 0,25:0,15 g. Komposisi optimum yang telah diperoleh
selanjutnya digunakan dalam proses optimasi pH buffer menggunakan buffer asetat
pada pH 3; 3,5; 4; 4,5; dan 5 untuk memperoleh pH yang paling mampu
mempertahankan stabilitas analit selama analisis. Elektroda komposit dengan
komposisi dan pH optimum kemudian diuji karakteristiknya, meliputi sensitivitas,
linearitas, limit deteksi, repeatabilitas, reprodusibilitas, dan % recovery. Tahap
akhir penelitian adalah aplikasi elektroda untuk menentukan kadar kafein dalam
sampel kopi dari tiga daerah, yaitu kopi Bali, Gayo, dan Toraja.
Berdasarkan hasil penelitian, komposisi optimum elektroda diperoleh pada
variasi 0,20 g grafit dan 0,20 g kompleks Co(II)-kafein (1 : 1), yang memberikan
nilai koefisien korelasi (R2) paling tinggi yaitu 0,9958. Optimasi pH menunjukkan
bahwa pH 4 merupakan kondisi optimum yang memberikan perubahan potensial
terbesar sebesar -18,63 mV dan paling stabil. Elektroda komposit dengan kondisi
optimum menunjukkan sensitivitas sebesar -8,1767 mV/dekade, linearitas 0,9947,
limit deteksi 1,07 × 10⁻⁶ M, repeatabilitas dan reprodusibilitas <5%, serta %
recovery sebesar 91,3–92,3%, yang menandakan tingkat akurasi elektroda dalam
mendeteksi kafein sangat memadai. Aplikasi elektroda terhadap sampel kopi
menunjukkan kadar kafein berturut-turut sebesar 7,82 g/kg untuk kopi Bali, 6,73
g/kg untuk kopi Gayo, dan 6,04 g/kg untuk kopi Toraja. Perbedaan kadar kafein ini
dapat disebabkan oleh faktor lingkungan tempat tumbuh, varietas tanaman,
ketinggian geografis, serta kondisi pengolahan biji kopi.
Description
Reupload Repositori File 26 Mei 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 11 Juni 2026_Kurnadi
