Pengaruh Tingkat Literasi Keuangan Terhadap Keputusan Pengambilan Kredit Petani Tembakau Na-Oogst
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Tembakau Na-Oogst merupakan komoditas perkebunan bernilai ekonomis tinggi yang menjadi bahan baku utama produksi cerutu dan banyak diminati pasar internasional. Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember menjadi kontributor produksi tembakau Na-Oogst tertinggi di Kabupaten Jember, dengan Desa Tanjungrejo sebagai salah satu sentra produksinya. Usahatani tembakau membutuhkan biaya produksi yang besar sehingga petani memerlukan akses pembiayaan, baik formal maupun informal, yang keputusannya diduga dipengaruhi oleh tingkat literasi keuangan petani. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat literasi keuangan petani tembakau Na-Oogst dan (2) menganalisis pengaruh tingkat literasi keuangan terhadap keputusan pengambilan kredit. Penelitian menggunakan pendekatan sequential mixed method dengan 45 responden petani yang dipilih melalui purposive sampling. Tingkat literasi keuangan diukur menggunakan Financial Literacy Index (FLI) yang diadaptasi dari instrumen OECD/INFE dengan skema penilaian biner, mencakup tiga komponen: pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan perilaku keuangan. Pengaruh literasi keuangan terhadap keputusan kredit dianalisis menggunakan regresi logistik biner dengan bantuan software R Studio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan petani berada pada kategori sedang dengan nilai FLI sebesar 0,68, menolak hipotesis awal yang menduga literasi keuangan petani rendah. Hasil regresi logistik biner menunjukkan bahwa variabel lama pendidikan berpengaruh positif signifikan, sedangkan variabel pengetahuan keuangan dan jumlah kredit berpengaruh negatif signifikan terhadap keputusan pengambilan kredit formal. Temuan pengaruh negatif pengetahuan keuangan berlawanan dengan hipotesis awal, hasil wawancara mengungkap bahwa petani berpengetahuan keuangan tinggi tetap memilih kredit informal karena pertimbangan kepercayaan, fleksibilitas pelunasan, dan kebutuhan nominal pinjaman yang relatif kecil, bukan karena keterbatasan pemahaman keuangan.
Description
Finalisasi September 2026_Yudi
