Sistem Kendali Gerak Robot Tangan Berbasis Electroencephalogram Menggunakan Metode Spatial Temporal Deep Learning untuk Penggunaan Multi Session
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Perkembangan teknologi antarmuka otak-komputer (Brain-Computer
Interface atau BCI) membuka peluang besar dalam bidang rehabilitasi, komunikasi,
dan kendali perangkat secara nirkabel tanpa gerakan fisik. Salah satu pendekatan
yang banyak dikembangkan dalam sistem BCI adalah klasifikasi sinyal
electroencephalogram (EEG) berbasis motor imagery, yaitu proses imajinasi
gerakan tanpa pergerakan otot aktual dan diklasifikasikan dengan gerak serta
trigger untuk merepresentasikan gerakkan sebenarnya. Namun, tantangan utama
dalam pengembangan sistem ini adalah rendahnya akurasi klasifikasi antar sesi dan
antar subjek, rentan akan noise, serta tingginya variabilitas sinyal EEG.
Penelitian bertujuan untuk mengembangkan sistem klasifikasi sinyal EEG
motor imagery (MI) untuk menggerakkan robot tangan dengan pendekatan metode
ATCNet dan NADINE. Dataset yang digunakan adalah dataset publik (SHU Dataset) dan dataset mandiri. Dataset publik (SHU-Dataset) merepresentasikan
pengambilan data EEG yang multisession dengan pengambilan data sebanyak 5
sesi, dan dataset mandiri dilakukan di ISR Lab CDAST secara mandiri oleh peneliti
dengan sesi yang sama yaitu 5 untuk keperluan pengujian realtime pada robot
tangan. Kedua data diambil dengan prosedur yang sama yaitu 5 sesi pada setiap
subjeknya, diambil dengan durasi 4 detik pengambilan data dan 4 detik untuk
persiapan dan jeda istirahat subjek, dengan total pengambilan data adalah 100
pengulangan. Perbedaan signifikan pada SHU-dataset dan data mandiri adalah
jumlah subject (SHU-Dataset adalah 25 subjek, dan data mandiri adalah 10 subject),
jumlah channel SHU-Dataset adalah 32 dan data mandiri adalah 8 channel, serta
jenis elektroda yang digunakan (SHU-Dataset menggunakan Wuhan Greentech
dengan elektroda Ag/AgCl dan data mandiri menggunakan elektroda gelfree EEG
cap kit Open BCI.
Pra-pemrosesan sinyal dilakukan menggunakan bandpass filter dan notch
filter untuk menghilangkan noise serta segmentasi data menggunakan teknik
windowing. Frekuensi sampling yang digunakan pada pengujian adalah 250 Hz.
Pengujian dilakukan dengan 3 prosedur, yaitu: pengujian within session pengujian
dilakukan dengan membagi 1 data (contohnya: sub-001_ses-
01_task_motorimagery_eeg.mat) dengan presentasi pengujian 80% data training
dan 20% data test, pengujian prosedur cross session dengan menjadikan sesi 1
menjadi data train dan diujikan pada sesi lainnya, dan pengujian LOSO (leave one
session out) dilakukan dengan menggabungkan 4 sesi menjadi data train ataupun
data test dengan membandingkan 1 sesi lainya sebagai test jika 4 train dan train
jika 4 test.
Hasil pada pengujian multisession penggunaan metode ATCNet saja lebih
unggul dilakukan di beberapa prosedur dan pengujian jika dibandingkan
penambahan dengan metode ATCNet-NADINE. Pada pengujian dengan data
public SHU-Dataset ATCNet lebih unggul di prosedur beberapa prosedur, yaitu;
prosedur within session skema 1 unggul 1,2% dengan akurasi 63,75%±16,493,
prosedur cross session unggul 4% dengan akurasi 54,117%±10,852, prosedur
LOSO skema 1 unggul 2% dengan akurasi 54,632%±8,054, prosedur LOSO skema2 unggul 0,7% dengan akurasi 54,807%±7,735, dan pada prosedur LOSO 3 unggul
0,1% dengan akurasi 54,807%±7,735 jika dibandingkan dengan metode ATCNet NADINE. Untuk pengujian data public ATCNet-NADINE mengalami peningkatan
hasil hanya pada pengujian within session skema 2 unggul 2% dengan hasil akurasi
adalah 63,943%±14,517 dibandingkan dengan ATCNet Orisinal. Sedangkan pada
pengujian dengan data mandiri Metode ATCNet-NADINE justru lebih unggul pada
beberapa skema pengujian, yaitu; pengujian dengan skema within session (skema
2) unggul 6% dengan akurasi adalah 56,204%±7,005, cross session unggul 1,2%
dengan akurasi adalah 51,060%± 5,036, dan pengujian prosedur general 1,5%
dengan akurasi 52,6%±5,460973. ATCNet orisinal unggul pada pengujian semua
skema LOSO. Dalam hal ini ATCNet lebih unggul dalam mengklasifikasikan data
EEG untuk gerak robot tangan dengan pembacaan akurasi training yang lebih baik
dibandingkan ditambahkan ATCNet-NADINE dalam perbandingan data
multisession. Namun metode ATCNet-NADINE tidak mampu membaca
keseluruhan kelas dengan kecenderungan pada kelas kiri (menggenggam). Hasil
terbaik saat pengujian realtime adalah dengan menggunakan metode ATCNet
orisinal yang mampu merepresentasikan kelas kiri (dengan label 1 yang artinya
perintah menggengam dan label 2 yang artinya perintah membuka) dengan
kebenaran pengujian realtime pada metode ATCNet orisinal adalah 51%.
Description
Reupload file repository 5 februari 2026_Aif/Halima
