Analisis Kepribadian Tokoh Perempuan Dalam Film Pendek All Too Well Karya Taylor Swift Berdasarkan Teori Psikoanalisis Sigmund Freud
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS ILMU BUDAYA
Abstract
Penelitian ini membahas tentang bagaimana kepribadian tokoh perempuan berkembang dalam film pendek All Too Well karya Taylor Swift, yang menggambarkan perubahan psikologis tokoh secara bertahap melalui alur hubungan yang penuh kedekatan, konflik, dan penerimaan diri. Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud, yaitu id, ego, dan superego, serta teori struktur tiga babak dari Syd Field untuk melihat perkembangan cerita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dinamika kepribadian tokoh perempuan berdasarkan teori tersebut serta mengkaji bagaimana dinamika itu berkembang dalam struktur tiga babak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan data berupa adegan dan dialog dalam film yang dikumpulkan melalui pengamatan berulang, kemudian direduksi, disajikan, dan ditarik kesimpulannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian tokoh perempuan berubah secara bertahap di setiap babak cerita. Pada babak setup, tokoh perempuan berada dalam kondisi psikologis yang stabil karena id-nya terpenuhi oleh kedekatan emosional, ego bekerja tanpa hambatan, dan superego mulai membentuk gambaran ideal tentang hubungan yang dianggap benar. Pada babak confrontation, tokoh perempuan mengalami tekanan karena kebutuhannya untuk diakui tidak terpenuhi, sehingga id merasa terancam, superego memperbesar rasa sakit dengan membandingkan kenyataan dan harapan, dan ego berusaha menyalurkan tekanan tersebut melalui konfrontasi verbal yang belum sepenuhnya terkendali. Pada babak resolution, tokoh perempuan menemukan cara untuk mengatasi rasa sakitnya dengan mengubahnya menjadi karya sastra, sehingga ego bekerja melalui proses sublimasi dan superego membentuk standar nilai diri yang lebih mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepribadian tokoh perempuan tidak dibentuk oleh satu bagian saja, tetapi oleh interaksi antara id, ego, dan superego yang terus berubah mengikuti situasi dalam cerita. Penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena hanya menggunakan satu adegan representatif pada setiap babak, sehingga penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji adegan lain secara lebih luas.
Description
Finalisasi Repository September 2026
