Kepercayaan Terhadap Kekuatan Gaib Wedhung Sanibin di Desa Kunir Kidul Lumajang

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Kepercayaan terhadap benda pusaka merupakan sesuatu hal yang dianggap sangat berharga dalam berkehidupan sosial. Pada kehidupan yang modern ini, umumnya masyarakat tidak mempercayai hal-hal yang tidak rasional, tetapi lain halnya pemilik benda pusaka yang masih mempercayai hal-hal gaib. Salah satu kepercayaan yang dipercayai oleh pemilik yaitu percaya kepada kekuatan gaib yang mendiami wedhung Sanibin. Wedhung Sanibin merupakan benda pusaka tradisional asli dari Desa Kunir Kidul Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang. Empu Sanibin adalah pembuat wedhung tersebut. Oleh karena itu, wedhung tersebut diberi nama wedhung Sanibin. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kepercayaan pemilik wedhung Sanibin terhadap kekuatan gaib yang ada pada wedhung Sanibin. Analisa penelitian ini menggunakan teori sosiologi agama menurut Emile Durkheim. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penyebab pemilik percaya terhadap kekuatan gaib yang dimiliki oleh wedhung Sanibin karena merupakan peninggalan dari nenek moyang. Pemilik percaya bahwasanya didalam wedhung Sanibin terdapat khodam yang mendiami wedhung Sanibin. Khodam tersebut dipercaya berasal dari lereng Gunung Semeru. Sehingga para pemilik wedhung Sanibin mempercayai bahwa wedhung tersebut dapat membawa hal-hal baik seperti dapat membawa keselamatan, kelancaran rezeki, meredam emosi, digunakan untuk menjaga tanaman di sawah dari hama, dan dipercayai dapat menolak hujan. Wedhung Sanibin tersebut juga bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Pemilik wedhung Sanibin juga melakukan ritual penyucian wedhung Sanibin yaitu setiap Bulan Suro. Kemudian terdapat pantangan yang tidak boleh terkena darah atau tidak boleh dimanfaatkan secara profan seperti pada wedhung umumnya. Apabila wedhung tersebut terkena darah, maka dipercaya khodam pada wedhung Sanibin akan keluar, yang akhirnya wedhung tersebut sudah tidak sakral lagi. Kepercayaan terhadap kekuatan gaib wedhung Sanibin ini nantinya akan menimbulkan adanya tata tertib di dalam masyarakat karena dapat mengatur perilaku untuk tetap mematuhi nilai dan norma yang telah ada.

Description

Reupload file repositori 12 februari 2026_ratna/dea

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By