Hubungan Penerapan Delapan Fungsi Keluarga dengan Kejadian Menikah Usia Dini di Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Pernikahan Usia Dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh perempuan
dibawah usia 21 tahun dan atau laki-laki di bawah usia 25 tahun. Orang tua
sebagai tempat pertama pendidikan anak dirumah berperan penting dalam
keputusan anak untuk melakukan pernikahan usia dini. Oleh karena itu orang tua
harus dapat menerapkan fungsi-fungsi keluarga. Fungsi Keluarga yang dapat
diterapkan oleh orang tua yaitu Delapan Fungsi Keluarga. Delapan fungsi
keluarga merupakan salah satu materi dalam kelompok BKR dari Program GenRe
BKKBN. Kecamatan dengan kelompok BKR terbanyak dan aktif di Kabupaten
Jember salah satunya Kecamatan Sukowono. Namun, Kecamatan Sukowono juga
ditetapkan sebagai kecamatan dengan jumlah pernikahan usia dini tertinggi di
Kabupaten Jember. Maka dari itu, penelitian dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui Hubungan antara Penerapan Delapan Fungsi Keluarga dengan
Kejadian Menikah Usia Dini di Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember.
Penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi
dari penelitian ini orang tua yang memiliki anak umur 10 – 24 tahun. Teknik
pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Sample penelitian
berjumlah 101 orang tua yang memiliki anak berumur 10 – 24 tahun. Variabel
bebas penelitian yaitu karakteristik responden dan delapan fungsi keluarga (fungsi
agama, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi sosial budaya, fungsi
sosialisasi pendidikan, fungsi ekonomi, fungsi reproduksi, dan fungsi lingkungan)
dan varibel terikat yaitu kejadian menikah usia dini. Analisis data penelitian,
menggunakan analisis univariabel dan bivariabel.
Hasil dari analisis penelitian menunjukkan bahwa usia responden berkisar
pada 36 tahun, berpendidikan dasar, agama responden seluruhnya Islam, sebagian
besar responden memiliki anak berusia 19 tahun, pekerjaan suami sebagai petani
dan istri sebagai ibu rumah tangga dengan pendapatan keluarga di bawah upah
minimum regional (Rp.2.170.917). Sebagian besar responden menikah diusia dini
dan responden tidak mengikuti kelompok BKR sehingga responden tidak
mengetahui mengenai delapan fungsi keluarga. Responden yang memiliki anak
menikah usia dini sebesar (41,2%). Hasil analisis penerapan delapan fungsi
keluarga, menunjukkan penerapan fungsi oleh orang tua berada pada kategori
cukup (96%). Fungsi dengan penerapan cukup tertinggi yaitu fungsi sosialisasi
pendidikan (80,2%) dan fungsi dengan penerapan kurang yaitu fungsi reproduksi
(91%). Hasil analisis bivariabel, karakteristik responden dengan penerapan
delapan fungsi keluarga menunjukkan tidak terdapat karakteristik responden yang
berhubungan signifikan dengan penerapan delapan fungsi keluarga. Analisis
bivariabel, karakteristik responden dengan kejadian menikah usia dini
menunjukkan sebagian besar karakteristik responden berhubungan signifikan dan
karakteristik responden yang tidak berhubungan signifikan yaitu pendidikan dan
pekerjaan suami. Analisis bivariabel delapan fungsi keluarga dengan anak yang
menikah usia dini menunjukkan bahwa fungsi yang berhubungan signifikan
dengan anak yang menikah usia dini yaitu fungsi agama, fungsi sosial budaya,
fungsi reproduksi, fungsi ekonomi, dan fungsi perlindungan. Fungsi yang tidak
berhubungan signifikan dengan anak yang menikah usia dini yaitu fungsi cinta
kasih, fungsi sosialisasi pendidikan, dan fungsi lingkungan.
Saran yang dapat peneliti berikan yaitu untuk Dinas Pemberdayaan
Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember
membuat materi khusus mengenai pendidikan kesehatan reproduksi. Bagi Orang
tua, diharapkan orang tua lebih aktif mengikuti penyuluhan terkait delapan fungsi
keluarga dan dapat menjalin komunikasi dengan anak. Saran bagi Fakultas
Kesehatan Masyarakat penting bahwasannya untuk dapat melakukan promosi
kesehatan kepada masyarakat mengenai menikah usia tepat dan seks education.
Disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian kualitatif agar
mendapatkan informasi secara mendalam terkait mengenai penerapan fungsi
reproduksi orang tua ditinjau dari perspektif orang tua maupun anak.
Description
Reupload Repositori File 07 Mei 2026_Kholif Basri
Approved by Teddy
