Pengaruh Model Brain-Based Learning Menggunakan Media Lumio pada Materi Sistem Peredaran Darah Terhadap Literasi Digital dan Minat Belajar Siswa SMA
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pembelajaran abad ke-21 menuntut penguasaan kompetensi 4C:
komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis–pemecahan masalah, serta kreativitas
inovasi, yang dapat didukung melalui pemanfaatan teknologi, khususnya
Information and Communication Technology (ICT). ICT memungkinkan
pembelajaran yang lebih fleksibel, interaktif, dan berpusat pada siswa, sekaligus
mendorong belajar mandiri dan kemampuan berpikir kritis. Namun, tidak semua
siswa mampu menggunakan teknologi secara bijak dan efektif, sehingga literasi
digital menjadi kemampuan kunci. Literasi digital mencakup akses, pemahaman,
evaluasi, dan penggunaan informasi digital secara kritis, etis, dan bertanggung
jawab. Data nasional menunjukkan indeks literasi digital Indonesia masih belum
ideal, yang berdampak pada kesulitan siswa memahami materi yang kompleks dan
abstrak, seperti sistem peredaran darah
Sistem peredaran darah merupakan materi IPA yang sulit karena prosesnya
tidak dapat diamati langsung, banyak istilah ilmiah, dan membutuhkan kemampuan
visualisasi serta penalaran tinggi. Hal ini sering menurunkan minat belajar siswa.
Padahal minat belajar yang tinggi sangat menentukan keterlibatan, motivasi, dan
keberhasilan pemahaman materi, untuk mengatasi hal tersebutdibutuhkan model
pembelajaran yang sesuai, salah satunya ialah model Brain-Based Learning (BBL),
Model Brain-Based Learning (BBL), yaitu model yang diselaraskan
dengan cara kerja otak dalam menerima, mengolah, dan menyimpan informasi.
BBL menekankan keseimbangan otak kiri–kanan, keterlibatan emosi, perhatian,
dan pengalaman belajar bermakna. Agar BBL optimal, diperlukan media interaktif;
salah satunya Lumio, platform pembelajaran digital dengan fitur visual, interaktif,
dan kolaboratif. Lumio mendukung visualisasi materi kompleks seperti sistem
peredaran darah, meningkatkan aktivitas dan kolaborasi siswa, serta sejalan dengan
prinsip BBL dan tuntutan keterampilan abad ke-21. Tujuan dari penelitian ini yaitu
untuk mengetahui adakah pengaruh model Brain-Based Learning menggunakan
media Lumio pada materi sistem peredaran darah terhadap literasi digital dan minat
belajar siswa SMA
Penelitian dilaksanakan di kelas XI SMAN 5 Jember pada semester ganjil
Tahun Ajaran 2025/2026. Terdapat 2 kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas
XI 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI 3 sebagai kelas kontrol. Jenis penelitian
ini kuasi eksperimen dengan design penelitian Unequivalent pretest-postest control
group design. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi,
angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji ANAKOVA untuk
literasi digital dan minat belajar siswa dibantu menggunakan SPSS 27.0
Hasil literasi digital siswa pada kelas eksperimen setelah penelitian
memiliki rata-rata 93,27 dengan kategori sangat tinggi, sedangkan kelas kontrol
sebesar 75,11 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji
ANAKOVA diperoleh signifikasi (P) < 0,05. Hasil minat belajar siswa pada kelas
eksperimen setelah penelitian memiliki rata-rata 86,28 dengan kategori sangat
berminat, sedangkan kelas kontrol sebesar 66,56 dengan kategori berminat.
Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji ANAKOVA diperoleh signifikasi
diperoleh signifikasi (P) < 0,05
Penerapan model Brain-Based Learning membuat suasana pembelajaran
berpusat pada siswa dan penggunaan media Lumio dapat meningkatkan literasi
digital dan minat belajar siswa, yang dibuktikan dengan antusiasime siswa dalam
pembelajaran. Berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan terdapat
pengaruh yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada literasi
digital dan minat belajar siswa SMA
Description
Reupload Repositori File 03 Juni 2026_Kholif Basri
Approved by Teddy
