Pengaruh Variasi Campuran Biodiesel Minyak Kelapa Sawit - Dexlite Terhadap Karakteristik Pembakaran Droplet
| dc.contributor.author | Eka Yahya Setyanto | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-10T06:53:00Z | |
| dc.date.issued | 2024-07-10 | |
| dc.description | Reupload file repository 10 februari 2026_agus/feren | |
| dc.description.abstract | Biodiesel yakni alternatif bahan bakar diesel yang terbuat dari sumber energi terbarukan sehingga dapat menurunkan ketergantungan terhadap penggunaan minyak bumi yang jumlahnya semakin menipis. Minyak nabati adalah sumber utama biodiesel, minyak nabati dihasilkan dari ekstraksi berbagai bagian dari tumbuhan seperti biji dan buah. Minyak kelapa sawit yakni salah satu jenis minyak nabati yang paling banyak diproduksi di Indonesia. Selain itu, memiliki rendemen biodiesel yang tinggi, sehingga sangat berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Namun pemanfaatan biodiesel sebagai pengganti solar mengalami beberapa hambatan seperti nilai kalor, viskositas dan oksigen yang cenderung tinggi dibandingkan solar sehingga menimbulkan beberapa masalah seperti meningkatnya kadar nitrogen oksida(Nox) dan penyumbatan pada sistem injeksi pada proses pembakaran. Pencampuran biodiesel dan bahan bakar fosil dilakukan untuk menurunkan nilai kalor pada biodiesel, mengurangi waktu dan biaya produksi daripada melakukan modifikasi pada mesin diesel. Pembakaran yang terjadi pada mesin pembakaran dalam adalah pembakaran semprotan(Spray) dari kumpulan droplet(tetesan) bahan bakar didalam ruang bakar. Oleh karena itu, dilakukan pengujian droplet untuk mengetahui karakteristik pembakaran secara lebih detail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak campuran biodiesel minyak kelapa sawit pada bahan bakar dexlite maka temperatur nyala api semakin tinggi. waktu tunda nyala api (ignition delay time) akan semakin lama seiring bertambahnya kandungan biodiesel minyak kelapa sawit, Sementara waktu pembakaran (burning time) akan semakin cepat dan tinggi nyala api akan semakin rendah seiring bertambahnya kandungan biodiesel minyak kelapa sawit. Selain itu, dihasilkan nyala api dengan komposisi terbaik pada bahan bakar dengan kandungan biodiesel minyak kelapa sawit sebesar 70% (B70) dengan warna biru tertinggi. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Ir. Andi Sanata, S.T., M.T., DPA: Ir. F. X. Kristianta, M.Eng., IPM, | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2608 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | Minyak Kelapa Sawit | |
| dc.subject | Biodiesel | |
| dc.title | Pengaruh Variasi Campuran Biodiesel Minyak Kelapa Sawit - Dexlite Terhadap Karakteristik Pembakaran Droplet | |
| dc.type | Other |
