Hubungan Tingkat Adversity Quotient (AQ) Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa S-1Keperawatan Universitas Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Mahasiswa S-1 di Indonesia dihadapkan pada beban akademik yang
signifikan, menuntut manajemen waktu dan tanggung jawab penuh. Namun,
fenomena prokrastinasi akademik, yaitu kecenderungan menunda tugas karena
ketidaknyamanan, merupakan masalah umum yang dapat berdampak negatif pada
prestasi dan kesejahteraan mahasiswa, memicu stres akademik. Dalam penelitian
yang dilakukan oleh Aliyah (2023) diperoleh bahwa prokrastinasi akademik pada
mahasiswa Keperawatan Universitas Jember sebanyak 69,9% berada pada kategori
sedang. Perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa merupakan fenomena
muncul bukan tanpa penyebab. Mahasiswa yang menunjukkan kecenderungan
prokrastinasi umumnya kurang optimal dalam memanfaatkan periode waktu yang
telah diberikan untuk penyelesaian tugas. Penundaan yang tidak diimbangi dengan
mekanisme adaptif berpotensi dalam menurunkan prestasi dari mahasiswa tersebut.
Prokrastinasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal.
Kemampuan seseorang dalam menghadapi dan mengatasi kesulitan kemudian
mengubahnya menjadi peluang inilah yang dikenal sebagai adversity quotient
(AQ). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat
adversity quotient (AQ) dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa S-1
Keperawatan Universitas Jember. Penelitian ini menggunakan desain observasional
analitik dengan pendekatan cross-sectional, mengukur kedua variabel secara
bersamaan. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif S-1 Keperawatan
Universitas Jember angkatan 2022 dan 2023, berjumlah 362 mahasiswa. Sampel
sebanyak 190 mahasiswa dipilih menggunakan teknik stratified random sampling
berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner Adversity
Response Profile (ARP) yang telah dimodifikasi (24 item) untuk mengukur AQ dari
Wang (2022), dan Procrastination Assessment Student Scale (PASS) (44 item)
untuk mengukur prokrastinasi akademik dari Aliyah (2023) Prosedur penelitian
meliputi tahap administrasi, pengumpulan data (melalui g-form pada Juni 2025),
dan analisis data secara univariat untuk distribusi variabel serta bivariat
menggunakan uji korelasi Spearman Rank.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah
perempuan dan berasal dari angkatan 2023. Tingkat Adversity Quotient mahasiswa
keperawatan Universitas Jember sebagian besar berada pada kategori sedang,
begitu pula dengan tingkat prokrastinasi akademik yang sebagian besar berada pada
kategori sedang. Analisis uji Spearman Rank menghasilkan p-value 0,000 (p-value
< 0,05) dan koefisien korelasi (r) sebesar -0,277. Ini mengindikasikan bahwa
terdapat hubungan yang signifikan antara adversity quotient dengan prokrastinasi
akademik, dengan sifat negatif dan kekuatan korelasi lemah. Artinya, semakin
tinggi adversity quotient, semakin rendah tingkat prokrastinasi akademik yang
dialami mahasiswa, dan sebaliknya.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan negatif dan
signifikan antara adversity quotient dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa S-
1 Keperawatan Universitas Jember. Sehingga mahasiswa dengan AQ tinggi akan
cenderung memiliki prokrastinasi akademik rendah. Disarankan bagi peneliti
selanjutnya untuk mengeksplorasi variabel lain yang memengaruhi prokrastinasi
dan melakukan penelitian pada mahasiswa tingkat akhir. Bagi institusi pendidikan,
hasil ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur untuk mengantisipasi peningkatan
prokrastinasi, sementara mahasiswa diharapkan dapat mengevaluasi diri dan
merencanakan jadwal secara lebih baik untuk meminimalkan prokrastinasi
akademik.
