Hubungan Tingkat Pengetahuan Hipertensi dengan Perilaku Manajemen Perawatan Diri pada Petani di Kecamatan Panti Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Hipertensi dan gangguan kardiovaskular lainnya merupakan masalah kesehatan yang lebih sering terjadi pada petani dibandingkan dengan non-petani, salah satu bentuk penatalaksanaan hipertensi yang dirancang guna mendukung kualitas hidup pasien yang memiliki penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi adalah program memodifikasi gaya hidup melalui perilaku manajemen perawatan diri (self care management behaviour) yang apabila dilakukan secara efektif memiliki manfaat dalam meningkatkan rasa puas pasien ketika menjalani hidup, rasa percaya diri pasien dapat meningkat, memandirikan pasien, dan serta meningkatkan kualitas hidup pasien dan faktor yang memiliki peran penting untuk mempengaruhi petani melakukan manajemen diri untuk mengontrol tekanan darah salah satunya adalah pengetahuan pasien terhadap masalah kesehatan hipertensi. Pasien dengan pengetahuan yang baik akan mampu memiliki tingkat rasa percaya diri yang tinggi dan membangun kepercayaan pasien akan keefektifitasan pengobatan hipertensi. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan pengambilan sampel menggunakan teknik teknik sampling consecutive sampling dan selama kurang lebih 3 minggu dan didapatkan petani yang mengalami hipertensi sistolik dan diastolik sebanyak 201 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner karakteristik responden, Hypertension Knowledge Level-Scale and Self-care Management Behaviour, serta pengukuran tekanan darah. Analisis data keterkaitan hubungan antara pengetahuan dan perilaku pada Petani menggunakan chi square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa bahwa usia petani produktif yang mengalami hipertensi antara 20 sampai dengan 55 tahun dengan pekerjaan pertanian lebih banyak dilakukan oleh laki-laki dibanding perempuan dengan selisih sebanyak 33 petani. Mayoritas responden petani yang mengalami hipertensi memiliki tingkat pendidikan terakhir pada jenjang SD sejumlah 109 petani dibanding jenjang pendidikan lainnya dan jumlah tidak adanya riwayat hipertensi dalam keluarga memiliki jumlah lebih banyak dibanding adanya riwayat hipertensi dalam keluarga. Hasil dari skrinning, didapatkan data hipertensi grade 1 yang berarti hipertensi ringan lebih banyak dibanding hipertensi grade 2 baik pada hipertensi sistolik maupun diastolik. Petani yang mengalami hipertensi memiliki pengetahuan dalam kategori sedang yaitu sebanyak 106 petani (52,7%), dengan perilaku manajemen perawatan diri menunjukan bahwa dari 201 responden sejumlah 97 (48,3%) reponden memiliki perilaku dalam kategori cukup baik terhadap manajemen perawatan diri. Melalui uji statistik Chi-square untuk mengetahuai hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku manajemen perawatan diri didapatkan p value = 0,002 yang artinya terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku manajemen perawatan diri pada petani yang mengalami hipertensi di Kecamatan Panti Kabupaten Jember Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku manajemen perawatan diri petani yang memiliki hipertensi. Sehingga diharapkan petani dapat menambah wawasan dan pengetahuan terhadap penyakit yang dimiliki terutama penyakit kronis seperti hipertensi sehingga petani mengerti dan mampu untuk menerapkan perilaku manajemen perawatan diri guna mengontrol tekanan darah agar tetap stabil

Description

Reupload file repositori 9 april 2026 agus dea

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By