Penerapan Value Stream Mapping (VSM) pada Industri Beras (Studi Kasus UD. Lasung Jaya)

Abstract

Abstrak Industri penggilingan beras skala kecil masih menghadapi berbagai pemborosan yang menyebabkan rendahnya efisiensi proses produksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi aliran nilai, menganalisis pemborosan (waste), serta menyusun usulan perbaikan proses produksi beras di UD Lasung Jaya menggunakan pendekatan Value Stream Mapping (VSM). Penelitian dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan pengumpulan data proses produksi, kemudian dianalisis menggunakan Current State Mapping, Process Activity Mapping (PAM), analisis Why-Why, dan Future State Mapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total lead time pada kondisi awal sebesar 885 menit dengan waktu Value Added (VA) 495 menit, Necessary Non Value Added (NNVA) 225 menit, dan Non Value Added (NVA) 165 menit. Pemborosan utama ditemukan pada aktivitas penyimpanan sementara (storage) dan waktu menunggu (waiting) yang disebabkan oleh belum adanya perencanaan produksi yang terstruktur, ketidakseimbangan kapasitas proses, dan pengendalian aliran material yang belum optimal. Usulan perbaikan melalui penerapan sistem kanban, konsep supermarket, penjadwalan produksi yang lebih baik, serta peningkatan efektivitas proses pengeringan mampu menurunkan lead time menjadi 705 menit dan meningkatkan Process Cycle Efficiency (PCE) dari 55,93% menjadi 70,21%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan VSM efektif dalam mengurangi pemborosan, memperlancar aliran produksi, dan meningkatkan efisiensi proses pada industri penggilingan beras skala kecil.

Description

Finalisasi Rudy K

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By