Keperawatan Pasien Asma Dengan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Yang Mendapatkan Terapi Slow Deep Breathing dan Senam Asma Di UPTD Puskesmas Kunir
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Asma bronkial yaitu suatu penyakit yang sulit disembuhkan, yang terjadi
pada anak-anak dan dewasa. Penderita asma bronkial ditandai dengan adanya
penyempitan di saluran napas, pembengkakan serta peningkatan produksi lendir
yang berlebihan pada saluran napas yang menimbulkan saluran napas terdengar
suara wheezing/ mengi. Penderita asma di sebabkan oleh beberapa faktor alergen,
iritan, infeksi saluran napas, perubahan cuaca yang ekstrem, aktivitas fisik yang
berlebihan, lingkungan kerja. Asma terjadi akibat interaksi antara faktor pejamu
(host factor) dan faktor lingkungan.
Faktor pejamu (host) meliputi genetik asma, alergik (atopi), hiperaktivitas
bronkus, sedangkan faktor lingkungan meliputi alergen, sensitisasi lingkungan
kerja, asap rokok, polusi udara, infeksi pernapasan (virus).
Tujuan tugas akhir ini yaitu mengidentifikasi intervensi slow deep breathing
dan senam asma pada pasien asma yang mengalami bersihan jalan napas tidak
efektif di Ruang Dahlia 2 UPTD Puskesmas Kunir.
Desain penelitian menggunakan studi kasus. Partisipan adalah Ny.I yang
menjalani rawat inap pada tanggal 07 Juni 2024 di Ruang Dahlia 2 UPTD
Puskesmas Kunir dengan diagnosis asma dalam rekam medis pasien, kesadaran
composmentis, memenuhi 80% tanda dan gejala mayor bersihan jalan napas tidak
efektif (batuk tidak efektif, ketidakmampuan batuk,gelisah, mengi dan/atau ronchi),
suami pasien memberikan persetujuan dengan menandatangani informed consent.
Intervensi yang dilakukan adalah slow deep breathing dan senam asma dilakukan
dengan durasi 15-25 menit dengan jeda 5 menit per sesi sebanyak 3x sehari selama
3 hari.
Hasil setelah dilakukan implementasi selama 3 hari terdapat tanda perubahan
klinis seperti bersihan jalan napas meningkat ditandai dengan batuk efektif
meningkat, tidak ditemukan ronchi pada seluruh lapang paru, dispnea menurun,
frekuensi napas membaik (dari 30 x/menit di hari pertama, 26 x/menit dihari ke dua
dan 22 x/menit di hari ke tiga), pola napas eupnea (inspirasi dan ekspirasi
seimbang). Hasil ini menunjukkan bahwa slow deep berathing dan senam asma
dapat menjadi intervensi pendukung yang efektif di samping terapi farmakologis
untuk menunjang pemulihan pasien dengan masalah keperawatan bersihan jalan
napas tidak efektif.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan referensi
bagi penulis selanjutnya, untuk menggabungkan dengan intervensi keperawatan
lain supaya bersihan jalan napas lebih efektif sehingga dapat meningkatkan
tindakan keperawatan slow deep breathing dan senam asma pada pasien asma.
Kata kunci : Asma, faktor pemicu, bersihan jalan napas tidak efektif, terapi slow
deep breathing dan senam asma
Description
Reupload file repository 11 Februari 2026_Ratna
