Kandungan Protein dan Uji Kesukaan Bronis Krispi Dengan Substitusi Tepung Edamame (Glycine Max (L.) Merrill) dan Hidrolisat Protein Ikan Tuna (Thunnus SP)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Gizi kurang yang dialami anak, menjadi isu kesehatan yang mutakhir. Status
gizi Anak Usia Sekolah (AUS) berdampak terhadap kesehatan, kognisi, prestasi
pendidikan dan produktivitas mereka di masa depan. Salah satu yang
mempengaruhi status gizi AUS adalah pola konsumsi. Pola konsumsi AUS
dibentuk oleh keluarga dan sekolah, sebab saat sekolah juga mendapatkan asupan
gizi dalam pangan jajanan anak sekolah. Salah satu jajanan yang banyak diminati
anak-anak adalah bronis. Bronis yang biasanya mengandung tinggi kalori dan
lemak, maka diperlukan adanya peningkatan kandungan gizi pada bronis, terutama
kandungan protein. Anak perlu asupan protein sebagai salah satu zat gizi utama
yang berperan dalam proses tumbuh kembang mereka. Bahan yang dapat
disubstitusi pada bronis adalah edamame dan ikan tuna. Edamame memiliki
kandungan protein yang tinggi. Namun, tingkat konsumsi edamame belum optimal
karena belum banyak dikenal masyarakat sekalipun memiliki kandungan gizi yang
tinggi. Ikan tuna merupakan ikan yang banyak dijumpai di Indonesia dan memiliki
kandungan gizi protein yang tinggi. Namun, hasil tangkap ikan tuna umumnya
hanya dijual utuh segar. Sedangkan AUS lebih menyukai makanan berbahan dasar
ikan yang disajikan secara inovatif. Oleh karena itu, ikan tuna dibentuk menjadi
hidrolisat protein ikan yang lebih inovatif dan lebih mudah diserap oleh tubuh.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan protein, uji kesukaan,
menganalisis formula terbaik, serta menganalisis kecukupan protein pada bronis
krispi dengan substitusi tepung edamame dan hidrolisat protein ikan tuna pada
anak usia sekolah dibandingkan Angka Kecukupan Gizi. Penelitian ini merupakan
penelitian Quasi Experimental menggunakan desain penelitian Posttest-Only
Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 30 orang (siswa dan siswi) di
SDN Arjasa 01 Jember, Jalan Sultan Agung No. 45 Arjasa, Jember. Data hasil ujikesukaan dianalisis menggunakan uji Friedman dan Wilcoxon Signed Rank Test,
sedangkan data uji kandungan protein dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis
dan uji Mann Whitney. Proporsi substitusi tepung edamame dan hidrolisat protein
ikan tuna adalah sebesar 0% pada kelompok kontrol, (27,5%; 2,5%), (25%; 5%),
dan (22,5%; 7,5%) pada kelompok perlakuan. Penelitian dimulai dari pembuatan
tepung edamame, pembuatan hidrolisat protein ikan tuna, dan pembuatan bronis
krispi.
Hasil uji kandungan protein pada bronis krispi substitusi tepung edamame
dan hidrolisat protein ikan tuna tanpa perlakuan, dan dengan substitusi (27,5%;
2,5%), (25%; 5%), (22,5%; 7,5%) berturut-turut sebesar 9,87 g; 13,17 g; 13,55 g;
dan 13,89 g per 100 g. Hasil uji kandungan protein berdasarkan uji Kruskal Wallis
terdapat perbedaan yang signifikan. Semakin tinggi substitusi hidrolisat protein
ikan tuna pada bronis krispi maka kandungan protein bronis krispi semakin
meningkat. Hasil uji kesukaan dengan uji Friedman menunjukkan bahwa p value >
0,05 berarti bahwa substitusi tepung edamame dan hidrolisat protein ikan tuna tidak
berbeda signifikan terhadap kesukaan warna. Sedangkan uji kesukaan aroma, rasa,
dan tekstur menghasilkan p value ≤ 0,05 berarti bahwa ada perbedaan signifikan
antar sampel bronis krispi. Formula terbaik yang telah diperhitungkan dengan
metode perbandingan eksponensial dan direkomendasikan yakni sampel X3 (bronis
krispi dengan substitusi tepung edamame 22,5% dan hidrolisat protein ikan tuna
7,5%). Anak usia sekolah usia 7-12 tahun dalam Angka Kecukupan Gizi (AKG)
membutuhkan asupan protein sebesar 40-55 g/hari sehingga untuk persentase
makanan selingannya sebesar 10% adalah 4-5,5 g/hari. Dalam 1 keping bronis
krispi (5 gram) memiliki kandungan protein sebesar 0,69 g per 100 g. Pada anak
usia 7-9 tahun direkomendasikan konsumsi bronis krispi sebanyak 6 keping per
hari. Pada anak laki-laki dan perempuan usia 10-12 tahun direkomendasikan
konsumsi bronis krispi sebanyak 8 keping per hari untuk memenuhi kebutuhan
protein harian.
Description
Reupload file repository 5 februari 2026_agus/feren
