Keanekaragaman Jenis Echinodermata di Zona Intertidal Pantai Rajegwesi Taman Nasional Meru Betiri
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Echinodermata secara umum merupakan hewan invertebrata yang memiliki
ciri-ciri kulit berduri. Semua hewan dari filum Echinodermata terdapat tonjolan
berupa duri yang membentuk endoskeleton yang berasal dari zat kapur serta
berfungsi sebagai pelindung tubuh. Peran Echinodermata sebagai komponen
penting dalam rantai makanan (food chains) yang berfungsi untuk merombak sisa sisa organik yang menjadi sampah di zona perairan. Habitat bagi Echinodermata
adalah zona intertidal, salah satunya terdapat di zona intertidal Pantai Rajegwesi
Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Keanekaragaman jenis Echinodermata di
suatu ekosistem sangat penting untuk diteliti. Hal tersebut berkaitan dengan peran
penting Echinodermata sebagai bagian dari kestabilan ekosistem laut.
Keanekaragaman jenis Echinodermata di zona intertidal Pantai Rajegwesi TNMB
hingga saat ini belum pernah dilakukan, sehingga informasi mengenai
keanekaragaman Echinodermata di wilayah tersebut masih belum diketahui.
Sehingga dilakukan penelitain tersebut untuk mengetahui komposisi jenis dan
keanekaragaman Echinodermata di zona intertidal Pantai Rajegwesi TMNB.
Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2024 sampai bulan Februari
2025 di zona intertidal Pantai Rajegwesi TNMB. Pengambilan sampel jenis
Echinodermata di zona intertidal Pantai Rajegwesi dengan metode jelajah. Metode
ini dilakukan dengan cara berjalan menyusuri pantai mulai dari arah tepi pantai
hingga mencapai tubir (surut terjauh) kemudian kembali lagi dilakukan hingga
mencapai titik akhir lokasi penelitian, serta dilakukan digitasi titik akhir penelitian
dengan menggunakan GPS Garmin 64s. Setiap spesimen Echinodermata yang
ditemukan akan dicatat nama jenis dan jumlah individu dari setiap jenisnya.
Analisis keanekaragaman jenis Echinodermata dilakukan penentuan komposisijenis dan penghitungan indeks keanekaragaman jenis (H’) serta kemerataan jenis
(E).
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 jenis dari
anggota filum Echinodermata yang termasuk dari lima kelas, enam ordo, enam
famili, dan sepuluh genus. Nilai indeks Shannon-Wiener (H’ = 1.58) dan nilai
kemerataan (E) diperoleh (E = 0,6), keanekaragaman jenis Echinodermata di zona
intertidal Pantai Rajegwesi TNMB tergolong dalam kategori sedang. Kelas
Opiuroidea memiliki jumlah jenis tertinggi (enam jenis), dan diikuti oleh kelas
Echinoidea (tiga jenis), kelas Holothuroidea (dua jenis), kelas Crinoidea (dua jenis),
dan kelas Asteroidea (satu jenis). Keberadaan Echinodermata di lokasi penelitian
dipengaruhi oleh karakteristik habitat yang terdapat di zona intertidal Pantai
Rajegwesi yang meliputi substrat keras seperti batu, pasir, dan karang mati.
Beberapa jenis ditemukan tidak merata pada jenis Holothuria leucospilota (294
individu) dan Echinometra mathaei (109 individu) sedangkan pada jenis Comaster
sp. hanya ditemukan 1 jenis. Hal tersebut diduga dipengaruhi oleh adanya faktor
biotik dan faktor abiotik.
Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah jenis Echinodermata di zona
intertidal Pantai Rajegwesi Taman Nasional Meru Betiri ditemukan sebanyak 14
jenis. Holothuria leucospilota memiliki jumlah individu terbanyak dengan total 294
individu, sebaliknya jumlah individu paling sedikit ditemukan pada jenis Comaster
sp. dengan jumlah satu individu. Hasil keanekaragaman jenis pada penelitian ini
yaitu H’=1.58 dan E = 0.6, sehingga tergolong sedang.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 23
