Penundaan Partisipasi Kamboja dalam Regional Payment Connectivity (RPC)

Abstract

Regional Payment Connectivity (RPC) ASEAN merupakan inisiatif yang bermula dari kesepakatan lima bank sentral pada tahun 2022 sebagai bentuk respons atas inefisiensi sistem pembayaran lintas batas. Seiring meluasnya ekspansi inisiatif tersebut pada tahun 2023 dan tahun 2024, Kamboja menunjukkan anomali dengan baru bergabung pada tahun 2025, meskipun telah memiliki kesiapan infrastruktur blockchain Bakong. Penundaan partisipasi Kamboja dalam RPC mengarah pada dinamika pengambilan keputusan domestik yang memprioritaskan konsolidasi internal, serta dipengaruhi oleh kondisi struktural perbankan di dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor domestik penundaan partisipasi Kamboja dalam RPC. Teori Foreign Policy Analysis (FPA) Valerie Hudson (2005) berperan sebagai landasan dalam penelitian ini. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data utama studi dokumen kelembagaan, dan studi literatur sebagai pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan partisipasi Kamboja merupakan bagian dari Strategic Policy Delay yang menyatukan perhitungan atribut negara, kapasitas birokrasi, dan persepsi individu. NBC menerapkan strategi efektif untuk mengelola tekanan integrasi dengan menonjolkan aspek kerentanan dolarisasi ekstrem, sinkronisasi puluhan entitas keuangan domestik, serta kalkulasi pencegahan pelarian modal (capital flight).

Description

Validasi file repositori 4 Agustus 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By