Analisis Potensi Pertanian dan Prospek Pengembangan Desa Mandiri di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Pembangunan adalah suatu proses yang bertujuan untuk mewujudkan kemakmuran masyarakat melalui pengembangan perekonomian. Tolak ukur keberhasilan pembangunan dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi, struktur ekonomi dan tingkat kesenjangan antar penduduk, antar daerah dan antar sektor. Sebagian besar tantangan pembangunan di Indonesia akan terselesaikan jika permasalahan sosial dan ekonomi di desa dapat teratasi dengan meningkatkan pembangunan manusia, memperbaiki sistem ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan Indonesia menjadi lebih maju, dapat dimulai dari desa. Pengembangan potensi ekonomi lokal dilakukan melalui peningkatan dalam kapasitas ekonomi lokal untuk menciptakan kesejahteraan bagi penduduk lokal. Peningkatan yang dimaksud apabila sumberdaya lokal, seperti tenaga kerja, dan lahan dimanfaatkan lebih produktif. Kabupaten Jember memiliki beberapa kecamatan yang berpotensi untuk diarahkan menuju desa mandiri. Berdasarkan data IDM (Indeks Desa Membangun) Kabupaten Jember berada pada peringkat ke-27 tingkat nasional. Kabupaten Jember berstatus maju yang terdiri 5 kecamatan berstatus mandiri, 28 kecamatan berstatus maju. Lokasi penelitian di Kabupaten Jember yaitu di Desa Ampel Kecamatan Wuluhan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (Mixed Method). Metode kualitatif berfungsi untuk menemukan hipotesis pada kasus tertentu atau sampel terbatas, dan metode kuantitaif berfungsi untuk menguji hipotesis pada populasi yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan metode Location Quotient (LQ) digunakan untuk menentukan sektor potensial atau unggulan di kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Metode RRA (Rapid Rural Apprasial) merupakan suatu metodologi kuat untuk penelitian pembangunan masyarakat desa. dan Metode Analisis SWOT pada penelitian ini dilakukan untuk menentukkan strategi pengembangan kawasan pertanian di Kecamatan Wuluhan pada komoditas unggulan subsektor pertanian. Berdasarkan hasil rata-rata nilai perhitungan LQ pada komoditas tanaman pangan, hortikultura sayur, hortikultura buah, tanaman biofarmaka, tanaman perkebunan, serta peternakan yang menjadi sektor basis di Kecamatan Wuluhan yaitu meliputi tanaman padi, jagung, pisang, pepaya, cabai rawit, jamur, kencur, lengkuas, kristal tebu dan kelapa serta pada komoditas peternakan adalah sapi potong, domba, dan kambing karena nilai rata-rata (LQ>1). Hasil Anlisis SWOT mengenai potensi pertanian dan prospek pengembangan di Kecamatan Wuluhan digunakan Strategi (ST) salah satunya adalah Mewujudkan kawasan agropolitan berbasis agrobisnis dengan mengembangkan subsektor pertanian seperti tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan yang banyak dikembangkan oleh masyarakat.

Description

Validasi dan Finalisasi oleh Taufik Tgl 12 Pebruari 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By