Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Social Appearance Anxiety pada Remaja di Wilayah Pertanian

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang ditandai dengan krisis pencarian identitas, sehingga remaja rentan mengalami Social Appearance Anxiety. Penggunaan media sosial yang semakin tinggi serta paparan konten diigital dapat meningkatkan kecemasan penampilan sosial pada remaja, termasuk remaja di wilayah rural. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan media sosial dengan Social Appearance Anxiety pada remaja di wilayah pertanian. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional pada 306 siswa di SMA Negeri Ambulu menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik Proportionate stratified sampling. Instrumen yang digunakan adalah Social Networking Site Usage & Needs Scale (SNSUN) untuk mengukur tingkat penggunaan media sosial dan Social Appearance Anxiety Scale (SAAS) untuk tingkat Social Appearance Anxiety. Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi p < 0,05 menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan (r = -0,007; p = 0,907) antara penggunaan media sosial dengan Social Appearance Anxiety. Kesimpulan: Media sosial dapat memicu perbandingan sosial dan meningkatkan kecemasan terhadap penilaian orang lain. Namun, penelitian ini tidak menunjukkan bahwa Social Appearance Anxiety disebabkan oleh media sosial dan lebih dipengaruhi oleh faktor individu dan lingkungan lainnya.

Description

Finalisasi oleh Agus 24 Juli 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By